Yohanes Leonardus Sukestiyarno
Prodi Magister Pendidikan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH MATHEMATICAL RESILIENCE TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MELALUI KOMBINASI PEMBELAJARAN SSCS-TGT DENGAN PENDEKATAN REALISTIK Madda Salimatul Hikmah; Yohanes Leonardus Sukestiyarno; Ardhi Prabowo
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v12i1.8526

Abstract

Tujuan penelitian ini sebagai berikut (1) Menguji kualitas kombinasi pembelajaran SSCS-TGT dengan pendekatan realistik terhadap Kemampuan Penalaran Matematis (KPM); (2) Menguji pengaruh Mathematical Resilience (MR) terhadap KPM; dan (3) Mendeskripsikan KPM ditinjau dari MR. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan desain explanatory sequential, dilaksanakan di SMPN 1 Petarukan tahun ajaran 2024/2025. Sampel kuantitatif menggunakan kelas VIII D (eksperimen) dan VIII F (kontrol), sedangkan subjek kualitatif dipilih berdasarkan tingkat MR di kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kombinasi pembelajaran SSCS-TGT dengan pendekatan realistik berkualitas terhadap KPM, dibuktikan melalui tiga domain utama Charlotte Danielson’s Framework: (a) perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian valid (88,74%); (b) keterlaksanaan pembelajaran sangat baik (87,2%) dengan respon siswa positif (77,2%); (c) evaluasi pembelajaran menunjukkan efektivitas TKPM (Tes Kemampuan Penalaran Matematis) dengan hasil rata-rata TKPM mencapai BLA: 68, proporsi kelas eksperimen memenuhi batas ketuntasan melebihi 75%; rata-rata TKPM kelas eksperimen (74,69) lebih dari kelas kontrol (63,31); dan proporsi ketuntasan kelas eksperimen lebih dari kelas kontrol; (2) Terdapat pengaruh signifikan antara MR terhadap KPM, namun kekuatannya rendah (29,6%) (3) Deskripsi KPM ditinjau dari MR siswa, menunjukkan bahwa: (a) siswa dengan MR tinggi umumnya memenuhi seluruh indikator KPM, yaitu sense making, conjecturing and convicing, reflecting, dan generalizing; (b) siswa dengan MR sedang, memenuhi satu indikator secara sempurna (sense making), dua indikator terpenuhi sebagian (conjecturing and convicing dan reflecting), satu indikator yang tidak terpenuhi (generalizing); dan (c) siswa dengan MR rendah hanya memenuhi dua indikator KPM secara parsial (sense making dan conjecturing and convicing), dua indikator yang tidak terpenuhi (reflecting dan generalizing).