Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI WHITE LABEL DALAM REUSE APLIKASI E-COMMERCE BERBASIS MOBILE UNTUK UMKM Farhan Faturohman; Suryarini Widodo; Achmad Ramadhany; Sofyan Dili Nurfitriadi
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v11i2.8025

Abstract

Metode white label adalah pendekatan dalam pengembangan perangkat lunak, di mana aplikasi inti dikembangkan secara terpusat, memungkinkan mereka untuk reuse aplikasi oleh berbagai organisasi atau pengguna dengan mengubah elemen branding tanpa mengubah logika inti aplikasi dan memodifikasi tampilan antarmuka sesuai dengan persyaratan masing-masing. Studi ini membahas penerapan metode white label dalam aplikasi e-commerce seluler untuk perusahaan mikro, kecil dan menengah (UMKM). Aplikasi e-commerce ini harus memberikan solusi untuk UMKM yang ingin memperluas pasar melalui platform digital mereka tetapi terpapar pada hambatan untuk biaya dan waktu pengembangan. Dengan menggunakan white label, UMKM dapat menggunakan aplikasi dengan branding, penampilan dan fitur yang sesuai dengan identitas dan kebutuhan bisnis, tanpa harus membuat aplikasi dari awal. Aplikasi inti yang digunakan di semua UMKM memiliki fitur dasar seperti manajemen produk, keranjang belanja, sistem pembayaran, dan manajemen pesanan yang dapat diadaptasi melalui konfigurasi sederhana. Studi ini juga meneliti tantangan teknis ketika menerapkan whitw label seperti konfigurasi branding dan pengujian kompatibilitas antarmuka pada berbagai perangkat. Hasil penerapan metode ini menunjukkan bahwa UMKM dapat dengan cepat memiliki aplikasi e-commerce fungsional, efisien, dan murah, Sementara pada saat yang sama dapat mempertahankan keunikan dan identitas merk mereka.
Khanza Hospital Information System and Outpatient Service Efficiency at Bhayangkara Brimob Hospital Sofyan Dili Nurfitriadi; Suryarini Widodo
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 7 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jimik.v7i3.2027

Abstract

This study analyzes the implementation of the Khanza Hospital ‎Management Information System in outpatient services at Bhayangkara ‎Brimob Hospital, Depok, and its contribution to perceived and process-‎based service efficiency. The field study was conducted in 2025 using a ‎descriptive qualitative design. Thirty-eight participants were selected ‎purposively: 29 main informants from registration, outpatient clinics, ‎pharmacy, cashier/finance, and information technology, and nine ‎triangulation informants in coordinating or supervisory roles. Data were ‎collected through guided in-depth interviews with open-ended questions, ‎direct observation, and document review. Interview recordings were ‎transcribed, organized by participant characteristics and work units, and ‎analyzed using five implementation dimensions—infrastructure, human ‎resources, standard operating procedures, supervision, and external ‎systems—together with recurring usability and technical issues. Findings ‎were strengthened through cross-source triangulation. Khanza supported ‎integrated information flow, electronic clinical documentation and ‎prescriptions, more structured pharmacy and financial processes, ‎improved data accessibility, and better inter-unit coordination. ‎Nevertheless, these benefits were constrained by dependence on a single ‎internet provider, non-uniform updates, software errors, interface ‎complexity, incomplete medical-device integration, data-entry errors, ‎and uneven supervision and user adoption. The study therefore ‎supports a positive contribution to perceived and process-based ‎outpatient efficiency rather than quantified economic or time efficiency. ‎Strengthening governance, role-based training, systematic monitoring, ‎network redundancy, usability, data validation, and interoperability is ‎recommended.