Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP Negeri 4 Patokbeusi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan 93 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen berupa tes pilihan ganda 20 soal yang dianalisis berdasarkan lima indikator berpikir kritis. Penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa secara keseluruhan tergolong dalam kategori cukup (54,6%). Rinciannya, indikator Elementary Clarification 64,7% dan Basic Support 62,3% berada pada kategori tinggi, Inference 54,1% pada kategori cukup, sedangkan Advanced Clarification 45,4% dan Strategies and Tactics 43,0% berada pada kategori rendah. Analisis berdasarkan gender menunjukkan siswa perempuan memiliki capaian yang relatif unggul dengan siswa laki-laki pada hampir seluruh indikator, terutama pada Elementary Clarification (perempuan 67,2%; laki-laki 61,5%) dan Basic Support (perempuan 64,0%; laki-laki 60,5%), sedangkan perbedaan pada indikator tingkat lanjut lebih kecil. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan keterampilan berpikir kritis tingkat lanjut dengan penerapan metode pembelajaran yang menekankan analisis, evaluasi, dan perancangan strategi pemecahan masalah. Hasil penelitian diharapkan menjadi acuan strategis bagi guru dalam mengembangkan rangkaian aktivitas pembelajaran IPA yang dirancang untuk memfasilitasi penguatan kemampuan berpikir kritis secara menyeluruh dan berkelanjutan.