p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Public Health Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kesehatan Reproduksi Remaja Ambia Nurdin; diana; dian
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/vpjrme30

Abstract

Masa remaja (usia 11 – 20 tahun) adalah masa yang khusus dan penting, karena merupakan periode penuaan organ reproduksi manusia. Masa remaja disebut juga masa pubertas, merupakan masa transisi yang unik yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosi dan psikologis. Remaja berada dalam situasi yang sangat peka terhadap pengaruh nilai baru, terutama bagi mereka yang tidak mempunyai daya tangkal. Mereka cenderung lebih mudah melakukan penyesuaian dengan arus globalisasi dan arus informasi yang bebas yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan perilaku menyimpang karena adaptasi terhadap nilai- nilai yang datang dari luar. Masalah yang paling menonjol dilakangan remaja saat ini, misalnya masalah seksualitas, sehingga hamil di luar nikah dan melakukan aborsi. Kemudian rentan menular penyakit menular seksual (IMS), HIV dan AIDS serta keterlibatan Narkoba. Adanya motivasi dan pengetahuan yang memadai untuk Menjalani masa remaja secara sehat, diharapkan remaja mampu memelihara kesehatan dirinya sehingga mampu memasuki masa kehidupan berkeluarga dengan reproduksi sehat
Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit scabies,dan hubungan prilaku hidup bersih sehat [PHBS] dan sanitas lingkungan terhadap kejadian penyakit scabies Deri Rahmat Ihram Purnama; ambia nurdin; Meylissa; Khairuman
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): April–June, Community Health
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/m1qcn392

Abstract

Penyakit Menular masih menjadi perhatian oleh negara Indonesia. Salah satu penyakit menular adalah scabies (penyakit kulit) disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap tungau sarcoptes scabiei. Hal ini sering terjadi pada masyarakat yang tinggal secara kelompok, hunian padat, pengetahuan rendah, personal hygiene yang kurang baik. pemeliharaan personal hygiene sangat menentukan status kesehatan, dimana individu secara sadar dan inisiatif pribadi menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi tentang penyakit scabies. Metode : penelitian ini kuantitatif denggan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel 58 responden dengan teknikHasil : Uji korelasi Rank Spearman didapatkan hasil faktor PHBS dan sanitasi lingkungan berhubungan dengan scabies dimana nilai signifikan (p) sebesar 0,000>α=0,05. Hasil: penilaian ini diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pencegahan penyakit scabies dan dapat menjaga personal hygiene yang sangat baik.
FAKTOR SOSIAL BUDAYA YANG MEMENGARUHI KESEHATAN IBU DAN ANAK Puji Sri Hartati; Ambia Nurdin; Reza Kurnia; Meylissa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): April–June, Community Health
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/5ppt6206

Abstract

Kesehatan ibu dan anak sebagai  indikator kunci   Kesehatan  masyarakat di ukur dengan Angka Kematian     ibu    (AKI)   dan   angka   kematian   Bayi  (AKI) . Pemersalahan  ini  kematian ibu dan anak merupakan masalah yang tidak bisa di pisahkan dengan    kebudayaan  atau    perilaku  masyarakat  itu sendiri. Sistem   sosial dan budaya  di  masyarakat  merupakan sebuah   pertimbangan   penting  dalam  pelayanan  Kesehatan  yang bisa di manfaatkan lebih optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor   budaya  apa  saja yang mempengaruhi kesehatan  ibu dan anak.  Penelitian ini adalah etnografi cepat    atau  rapit   ethnographic   assessment   procedur (REAP) dengan  pendekatan  kualitatif. Teknik  pengambilan  sampe menggunakan    snowball atau chain referral sampling .Dilakukan secara  berantai  dari   satu   partisipan   kepada   partisipa   lainnya. Merupakan varias i dari  sampel  purposive.  Jumlah responden   sebanyak   8   yang  sesuai dengan   kriteria   inklusi.   Data  yang di tunjukkan   merupakan  hasil   wawancara   mendalam   (Indepth Interview)  dan   FGD  (Focus Group Discussion) . Penelitian ini menghasilkan  temuan  tentang  : (1 ) kiyai akses Kesehatan. (2) Perempuan tidak memiliki   kuasa yang cukup   penuh  atau  memperdayakan dirinya untuk memilih layanan Kesehatan, terlebih dalam kondisi hamil   dan  melahirkan. (3)  unsur   kepercayaan   warisan   turun  temurun turut  membentuk  system pengetahuan   Masyarakat   cibitung. (4)  sistem   mata  pencaharian buruh tani sebagai sumber utama ekonomi di cibitung.