Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Barat Tasikmalaya Zidane Surya Palahan; Ani Heryani; Andi Andi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.914

Abstract

Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam mendukung efektivitas organisasi, khususnya pada instansi pendidikan. Namun, masih ditemukan permasalahan kinerja pegawai di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Barat Kota Tasikmalaya yang ditandai dengan belum optimalnya kehadiran pegawai, keterlambatan penyelesaian pekerjaan, rendahnya disiplin kerja, dan menurunnya efektivitas pelayanan administrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan kepala terhadap kinerja pegawai serta mengidentifikasi gaya kepemimpinan yang paling dominan memengaruhi kinerja pegawai. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian terdiri atas seluruh pegawai Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Barat Kota Tasikmalaya sebanyak 30 orang yang dijadikan responden melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hubungan antara kedua variabel berada pada kategori sangat kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,872. Besarnya pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai mencapai 76,1%, sedangkan 23,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Gaya kepemimpinan transformasional memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan kinerja pegawai dibandingkan gaya kepemimpinan transaksional dan laissez-faire. Dengan demikian, penerapan gaya kepemimpinan yang tepat mampu meningkatkan kualitas kerja, kuantitas kerja, penggunaan waktu kerja, dan kerja sama pegawai.