Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas pengelolaan RTH DPUTRPRKPLH Kabupaten Tasikmalaya di Singaparna Dela Aura Kartini; Ani Heryani; Acep Hilman
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12135

Abstract

Alih fungsi lahan hijau menjadi kawasan terbangun di pusat administratif Kecamatan Singaparna menuntut pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang efektif dari otoritas daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan RTH publik oleh Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPUTRPRKPLH) Kabupaten Tasikmalaya di Kecamatan Singaparna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan dinas dan masyarakat, serta studi dokumentasi regulasi tata ruang daerah. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang distrukturkan menggunakan pisau analisis Teori Efektivitas Duncan dengan tiga dimensi utama, yaitu pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan RTH di Kecamatan Singaparna belum efektif. Dari dimensi pencapaian tujuan, target minimal tiga puluh persen RTH dari luas wilayah kota (dua puluh persen RTH publik dan sepuluh persen RTH privat) sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 belum terpenuhi akibat laju urbanisasi, dan secara kualitatif fungsi ekologis serta sosial belum optimal. Dari dimensi integrasi, sosialisasi kebijakan masih minim dan koordinasi lintas dinas serta partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan taman masih sangat terbatas. Dari dimensi adaptasi, respons dinas masih bersifat reaktif karena kendala anggaran pemeliharaan aset taman, meskipun terdapat potensi adaptif dalam penggunaan teknologi pemetaan spasial modern. DPUTRPRKPLH disarankan menerapkan tata kelola kolaboratif multipihak dan pemetaan RTH berbasis sistem informasi geografis secara presisi.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Barat Tasikmalaya Zidane Surya Palahan; Ani Heryani; Andi Andi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.914

Abstract

Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam mendukung efektivitas organisasi, khususnya pada instansi pendidikan. Namun, masih ditemukan permasalahan kinerja pegawai di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Barat Kota Tasikmalaya yang ditandai dengan belum optimalnya kehadiran pegawai, keterlambatan penyelesaian pekerjaan, rendahnya disiplin kerja, dan menurunnya efektivitas pelayanan administrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan kepala terhadap kinerja pegawai serta mengidentifikasi gaya kepemimpinan yang paling dominan memengaruhi kinerja pegawai. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian terdiri atas seluruh pegawai Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Barat Kota Tasikmalaya sebanyak 30 orang yang dijadikan responden melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hubungan antara kedua variabel berada pada kategori sangat kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,872. Besarnya pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai mencapai 76,1%, sedangkan 23,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Gaya kepemimpinan transformasional memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan kinerja pegawai dibandingkan gaya kepemimpinan transaksional dan laissez-faire. Dengan demikian, penerapan gaya kepemimpinan yang tepat mampu meningkatkan kualitas kerja, kuantitas kerja, penggunaan waktu kerja, dan kerja sama pegawai.