Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Semiotika Alat Dan Bahan Dalam Tradisi Mowuwusoi Pada Suku Moronene Di Kampung Adat Hukaea Laea Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana Sri Wahdania; Muslan Muslan; Abdul Sarlan Menungsa
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1111

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian tradisi Mowuwusoi sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Suku Moronene di Kampung Adat Hukaea Laea, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai upacara syukuran panen, tetapi juga mengandung berbagai simbol yang merepresentasikan nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna semiotika alat dan bahan yang digunakan dalam tradisi Mowuwusoi berdasarkan perspektif semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh adat, pemangku tradisi, dan masyarakat setempat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan memanfaatkan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat dan bahan dalam tradisi Mowuwusoi memiliki makna pada tiga tingkatan. Pada tingkat denotasi, alat dan bahan dipahami sebagai perlengkapan ritual yang memiliki fungsi praktis dalam pelaksanaan upacara. Pada tingkat konotasi, setiap simbol mencerminkan nilai kehidupan masyarakat Moronene, seperti kerja keras, kebersamaan, kesabaran, rasa syukur, dan penghormatan terhadap alam. Pada tingkat mitos, alat dan bahan tersebut menjadi bagian dari sistem kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun, yang diyakini mampu menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan leluhur, alam, dan Sang Pencipta. Tradisi Mowuwusoi dengan demikian tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga media komunikasi simbolik yang mempertahankan nilai-nilai lokal di tengah perubahan zaman.