Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Dinas Sosial Provinsi Bengkulu dalam Mengatasi Keterbatasan Informasi Publik Melalui Pemanfaatan Media Sosial Else Dewi Anggraini; Heru Purnawan; Evsa Wulan Suri
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1150

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterbukaan informasi publik dalam mendukung pemerintahan yang transparan dan responsif melalui pemanfaatan media sosial. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan strategi Dinas Sosial Provinsi Bengkulu dalam mengatasi keterbatasan informasi publik melalui media sosial berdasarkan Peraturan Gubernur Bengkulu Nomor 31 Tahun 2021 tentang Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Provinsi Bengkulu. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan yang terdiri dari kepala bidang, admin media sosial, staf Dinas Sosial, dan masyarakat. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi publik dilaksanakan melalui pemanfaatan media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, YouTube, dan website resmi untuk menyebarluaskan informasi mengenai bantuan sosial, pelayanan sosial, dan kegiatan dinas. Strategi diwujudkan melalui koordinasi antarbidang, penggunaan bahasa sederhana yang mudah dipahami, serta kerja sama dengan pihak kecamatan dan desa. Pemanfaatan media sosial dinilai cukup efektif dalam meningkatkan akses informasi masyarakat, meskipun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan jaringan internet, rendahnya literasi digital, keterbatasan sumber daya manusia, dan penyebaran hoaks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan media sosial mampu meningkatkan efektivitas penyebarluasan informasi publik serta mendukung transparansi dan pelayanan publik di lingkungan pemerintah daerah.