Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Poligami Rahasia Dan Dampaknya Terhadap Struktur Sosial Keluarga Perspektif Sosiologi Septhi Ramandha Sari; Irma Suryani
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena poligami rahasia dan dampaknya terhadap struktur sosial keluarga dalam perspektif sosiologi. Poligami rahasia merupakan praktik perkawinan lebih dari satu yang dilakukan tanpa keterbukaan kepada istri pertama, keluarga, maupun pihak terkait lainnya. Fenomena ini menjadi isu sosial yang penting karena tidak hanya berkaitan dengan aspek agama dan hukum, tetapi juga memengaruhi hubungan sosial, pembagian peran, serta stabilitas keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pelaku poligami serta didukung oleh studi literatur yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan teori struktural fungsional, teori konflik, teori interaksionisme simbolik, dan teori gender untuk memahami dinamika yang terjadi dalam keluarga poligami rahasia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa poligami rahasia cenderung menimbulkan berbagai permasalahan sosial dalam keluarga, seperti ketidakseimbangan peran dan tanggung jawab, konflik antara anggota keluarga, gangguan komunikasi, serta menurunnya tingkat kepercayaan dalam hubungan rumah tangga. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh pasangan suami istri, tetapi juga oleh anak-anak yang berpotensi mengalami gangguan emosional, kebingungan identitas, dan hambatan dalam proses sosialisasi. Selain itu, perempuan menjadi pihak yang paling rentan karena menghadapi tekanan psikologis, ketidakadilan dalam relasi keluarga, serta kerentanan sosial dan ekonomi. Meskipun sebagian pelaku berupaya menerapkan prinsip keadilan, praktik yang dilakukan tanpa keterbukaan dan pengakuan hukum tetap berpotensi menimbulkan disfungsi keluarga. Dengan demikian, poligami rahasia dapat dipahami sebagai persoalan sosial yang berdampak pada perubahan struktur sosial keluarga dan memerlukan perhatian melalui penguatan nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, serta peningkatan kesadaran hukum masyarakat.