Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Perencanaan Peningkatan Sarana Dan Prasarana Sekolah Ramah Anak Di SDN 2 Brebes Farah Abidah Maryam; Mutammam Mutammam
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1208

Abstract

Pemenuhan sarana dan prasarana yang aman, sehat, dan inklusif masih menjadi tantangan dalam implementasi Sekolah Ramah Anak (SRA) di sekolah dasar, terutama terkait keterbatasan lahan dan anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen perencanaan peningkatan sarana dan prasarana Sekolah Ramah Anak di SDN 2 Brebes. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap dokumen Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan sarana dan prasarana SRA di SDN 2 Brebes dilaksanakan secara partisipatif dan integratif dengan melibatkan kepala sekolah, guru, komite sekolah, orang tua, dan siswa. Perencanaan diawali dengan evaluasi kebutuhan dan penentuan skala prioritas yang terintegrasi dalam RKAS. Prioritas pengembangan meliputi ruang kelas sehat, sanitasi terpisah berdasarkan gender, Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), fasilitas aksesibilitas bagi peserta didik disabilitas, serta sarana keselamatan dan mitigasi bencana. Faktor pendukung utama adalah komitmen kepemimpinan kepala sekolah dan dukungan komite sekolah, sedangkan keterbatasan anggaran dan lahan menjadi hambatan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan yang partisipatif mampu mendukung pemenuhan indikator Sekolah Ramah Anak secara lebih efektif. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan serta penguatan kemitraan eksternal untuk mewujudkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.