Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kerusakan Struktur Glomerulus dan Tubulus Ginjal Ikan Zebra Betina (Danio rerio) Akibat Induksi Variasi Diet Tinggi Lemak Niken Aramita Pramesti; Noer Aini; Dini Sri Damayanti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1499

Abstract

Introduksi : Diet tinggi lemak dapat memicu terjadinya obesitas pada ikan zebra. Salah satu komplikasi dari obesitas adalah penyakit ginjal kronis akibat gangguan fungsi nefron. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi diet tinggi lemak terhadap perubahan struktur glomerulus dan kerusakan tubulus secara histopatologis pada ikan zebra betina. Metode : Penelitian eksperimental ini menggunakan ikan zebra betina yang dibagi menjadi empat kelompok perlakuan (n = 6) : Kelompok pelet (P) sebagai kontrol, kuning telur + pelet (KTP), kolesterol + pelet (KP), dan artemia (A). Intervensi diet dilakukan selama 28 hari dengan dosis 3,5% berat badan untuk P, 5% berat badan untuk KTP dan KP, serta 6-7% untuk A yang diberikan sebanyak tiga kali sehari. Parameter histopatologi yang dievaluasi meliputi diameter glomerulus, lebar kapsula Bowman, dan vakuolisasi tubulus. Data diameter glomerulus dan lebar kapsula Bowman dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA, sedangkan data vakuolisasi tubulus dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil dan diskusi : Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan pada diameter glomerulus, lebar kapsula Bowman, dan vakuolisasi tubulus antar kelompok perlakuan (p<0.05). Kelompok KTP menunjukkan kerusakan paling besar yang ditandai dengan peningkatan diameter glomerulus sebesar 27,83%, lebar kapsula Bowman sebesar 233,05%, dan vakuolisasi tubulus sebesar 51-75% dibandingkan dengan kelompok P. Kesimpulan : Disimpulkan bahwa variasi diet kuning telur + pelet selama 28 hari memengaruhi perubahan struktur glomerulus serta kerusakan tubulus pada ikan zebra betina sehingga berpotensi digunakan sebagai model induksi obesitas dan komplikasi pada ginjal pada ikan zebra betina.
Variasi Diet Menginduksi Perubahan BMI dan Hipertrofi Lemak Viseral Ikan Zebra Betina (Danio rerio) Firda Aizzaturrochma; Noer Aini; Dini Sri Damayanti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1500

Abstract

Introduksi : Obesitas merupakan kondisi metabolik yang ditandai dengan penumpukan lemak berlebih dan dapat dimodelkan menggunakan hewan coba ikan zebra betina (Danio rerio). Penelitian bertujuan membandingkan pengaruh berbagai variasi induksi diet terhadap perubahan Body Mass Index (BMI) dan hipertrofi lemak viseral pada ikan zebra betina (Danio rerio). Metode : Penelitian eksperimental ini menggunakan ikan zebra betina (Danio rerio) jumlah sample (n = 6) dan terdapat empat kelompok perlakuan, yaitu (P) pelet (3,5% berat badan), (KP) kolesterol + pelet (5% berat badan), (KTP) kuning telur + pelet (5% berat badan), dan (A) artemia (6-7% berat badan). Pemeliharaan ikan dilakukan selama 28 hari dengan pemberian pakan tiga kali sehari, pergantian air satu jam setelah pemberian pakan. Penimbangan berat badan dilakukan menggunakan timbangan analitik dengan satuan gram, sedangkan pengukuran panjang badan dilakukan menggunakan kertas milimeter dengan ukuran 1 kotak besar setara 1 cm. Pengukuran dilakukan pada awal penelitian (minggu ke-0) dan akhir penelitian (28 hari) untuk menentukan nilai Body Mass Index (BMI), sedangkan pengamatan histologis dilakukan untuk menganalisis hipertrofi lemak viseral. Hasil dan diskusi : Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi diet mampu meningkatkan nilai Body Mass Index (BMI) ikan zebra betina (Danio rerio) hingga mencapai kategori obesitas (BMI ≥ 0,05). Namun, peningkatan Body Mass Index (BMI) antar kelompok perlakuan (P:0,08; KTP:0,07; KP:0,07, A:0,07) (p>0,05). Hipertrofi lemak viseral pada seluruh kelompok perlakuan (P:220; KTP:220; KP:214; A:218) tidak signifikan. Kesimpulan : Perlakuan diet pelet dan kuning telur + pelet menunjukkan pengaruh yang lebih besar terhadap peningkatan Body Mass Index (BMI) dan hipertrofi lemak viseral dibandingkan perlakuan lainnya, sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai induksi untuk membuat model obesitas pada ikan zebra betina (Danio rerio).