Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hukum Waris Kontemporer Pemikiran Munawir Sjadzali Tentang Kewarisan Di Indonesia Iis Rezki Rahmaniar; Zakiyah Azzahrah; Haerul Muhammad
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1539

Abstract

Evolusi pemikiran hukum keluarga Islam di Indonesia secara historis selalu diwarnai oleh ketegangan dialektis antara teks normatif keagamaan dan dinamika sosial-kemasyarakatan yang terus berkembang. Di tengah stagnasi epistemologi hukum positif tersebut, Munawir Sjadzali hadir menawarkan gagasan dekonstruktif yang radikal mengenai reaktualisasi hukum waris Islam dengan mengajukan konsep kesetaraan porsi pembagian (1:1) antara pria dan wanita. Penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif ini bertujuan untuk mengurai secara mendalam basis filosofis, indikator nilai keadilan yang digunakan, serta relevansi kontekstual pemikiran kewarisan Munawir dalam bingkai modernitas Indonesia. Melalui pisau analisis sosio-historis, kajian ini membuktikan bahwa pemikiran progresif Munawir tidak lahir di ruang hampa, melainkan didasarkan pada realitas sosiologis masyarakat Nusantara yang berstruktur bilateral, di mana peran ekonomi perempuan setara dengan laki-laki. Walaupun pada awalnya menuai resistensi teologis yang masif dari kalangan ulama tekstualis karena dianggap mendobrak otoritas nas qath'i (teks suci yang absolut), ide kemaslahatan substantif yang diusungnya berhasil menjadi stimulus penting. Gagasan ini pada akhirnya menjadi roh bagi pembaruan hukum perdata Islam nasional lewat jalan tengah konstruksi hukum dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), khususnya melalui pranata hibah dan wasiat wajibah.