Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Lingkungan Kerja dan Perlindungan Diri terhadap Keluhan Kesehatan Porter Rahel Pebriani; Yonathan Suryo Pambudi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1663

Abstract

Terminal Tirtonadi Surakarta merupakan kawasan transportasi dengan aktivitas kendaraan dan mobilitas manusia yang tinggi sehingga porter berpotensi mengalami paparan lingkungan kerja secara berulang. Paparan asap kendaraan, debu, panas, kepadatan aktivitas, dan sirkulasi udara yang kurang optimal dapat memicu keluhan kesehatan subjektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kondisi lingkungan kerja dan perilaku perlindungan diri terhadap keluhan kesehatan subjektif pada porter di Terminal Tirtonadi Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel berjumlah 32 porter dan ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang mengukur kondisi lingkungan kerja, perilaku perlindungan diri, dan keluhan kesehatan subjektif. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap keluhan kesehatan subjektif dengan koefisien 0,848, nilai t 29,768, dan signifikansi 0,000. Perilaku perlindungan diri tidak berpengaruh signifikan secara parsial dengan koefisien -0,001, nilai t -0,054, dan signifikansi 0,957. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan nilai F 444,948 dan signifikansi 0,000. Koefisien determinasi sebesar 0,968 menunjukkan bahwa model menjelaskan 96,8% variasi keluhan. Disimpulkan bahwa keluhan kesehatan subjektif porter lebih kuat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kerja daripada perilaku perlindungan diri secara parsial. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian sumber paparan, perbaikan sirkulasi udara, penyediaan area istirahat nyaman, dan edukasi perlindungan diri bagi porter di lingkungan terminal secara lebih terarah.