Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Program Pengembangan Industri Kerajinan Lokal di Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya Aprillia Maudy Dewi Iskandar; Nidia Rismania Dewi; Teguh Heri Widodo
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Program Pengembangan Industri Kerajinan Lokal yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya. Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing pelaku industri kerajinan melalui kegiatan pembinaan, pelatihan, pendampingan, fasilitasi promosi, dan penguatan pemasaran. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal, serta akses pemasaran yang masih terbatas sehingga tujuan program belum sepenuhnya tercapai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis efektivitas program menggunakan lima dimensi efektivitas program menurut Campbell, yaitu keberhasilan program, keberhasilan sasaran, kepuasan terhadap program, tingkat input dan output, serta pencapaian tujuan menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tergolong cukup efektif. Empat dimensi telah berjalan dengan baik, sedangkan dimensi pencapaian tujuan menyeluruh belum optimal karena masih terdapat kendala pada aspek pemasaran, inovasi produk, daya saing, dan peningkatan pendapatan pengrajin. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendampingan, pemerataan fasilitasi, serta perluasan akses pemasaran agar tujuan program dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan.