Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strategi Inovasi Pengembangan BUMDes Nanjung Desa Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya Arifah Rosmajudi; Beni Hartanto; Nidia Rismania Dewi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) didirikan sebagai perwujudan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa, sebagai wadah untuk segala bentuk usaha masyarakat dan sarana untuk mengelola berbagai potensi yang dimiliki oleh suatu desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan BUMDes di Desa Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui secara mendalam faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan BUMDes di Desa Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya. Informan dalam penelitian ini merupakan pengurus BUMDes, tokoh masyarakat dan masyarakat yang secara langsung mengetahui dan terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kegiatan BUMDes Nanjung Desa Gunungtanjung. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dalam pengembangan BUMDes yang dimiliki oleh Desa Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya perlu melakukan analisis secara mendalam terhadap potensi yang dimilikinya, baik sumberdaya alam, sumber daya manusia sebagai pengelola maupun dari aspek nilai keuntungan yang akan diperoleh, sehingga modal yang dikeluarkan dalam pengembangan BUMDes tidak menjadi sia-sia dikarenakan kurangnya perencanaan dan ketepatan usaha yang akan dibangun.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KARTU IDENTITAS ANAK (KIA) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KOTA TASIKMALAYA Nidia Rismania Dewi
JURNAL ILMIAH ILMU ADMINISTRASI Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM SYEKH YUSUF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.614 KB) | DOI: 10.33592/jiia.v10i1.525

Abstract

This research is entitled "Implementation of the Child Identity Card (KIA) Policy in the Population and Civil Registry Office of Tasikmalaya City"."The research method used is the qualitative research method. According to Bogdan in Moleong (2007: 4) explains that "Qualitative Method is a research procedure that produces descriptive data in the form of written or oral words from people and observable behavior". To get an intensive, in-depth, detailed and complete qualitative analysis, the data collection in this study will use data sources namely Observation, Interviews and Use of Documents. Every Child is required to have this Child Identity Card (MCH) listed in Permendagri No. 2 of 2016. KIA at the Tasikmalaya City Population Service is still aimed at improving Data Collection, Protection, and Fulfillment of Children's Rights. Data collection techniques in this study using observation, interviews, and documentation. Research Methods using descriptive research methods with a quantitative approach. Research Results Also The discussion in this MCH policy research was felt to be still lacking because a lot of Tasikmalaya residents especially the city of Tasikmalaya did not know much about what is a Child Identity Card (MCH) and the benefits of the MCH itself.Keywords: Police implementation, Child Identity Card,
Pengaruh Emotional Branding Terhadap Keputusan Pembelian di Qini Mart Kawalu Tasikmalaya Euis Rahmah Nurhidayah; Nidia Rismania Dewi; Acep Hilman
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh emotional branding terhadap keputusan pembelian di Qini Mart Kawalu Tasikmalaya. Dalam persaingan ritel yang ketat, emotional branding menjadi strategi penting untuk membangun kedekatan emosional dan memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 96 responden yang ditentukan menggunakan rumus Cochran dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotional branding berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan kontribusi sebesar 34.2%, sedangkan sisanya sebesar 65.8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa emotional branding memiliki peran penting dalam mendorong keputusan pembelian konsumen di Qini Mart Kawalu Tasikmalaya.  
Efektivitas Program Pengembangan Industri Kerajinan Lokal di Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya Aprillia Maudy Dewi Iskandar; Nidia Rismania Dewi; Teguh Heri Widodo
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Program Pengembangan Industri Kerajinan Lokal yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya. Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing pelaku industri kerajinan melalui kegiatan pembinaan, pelatihan, pendampingan, fasilitasi promosi, dan penguatan pemasaran. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal, serta akses pemasaran yang masih terbatas sehingga tujuan program belum sepenuhnya tercapai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis efektivitas program menggunakan lima dimensi efektivitas program menurut Campbell, yaitu keberhasilan program, keberhasilan sasaran, kepuasan terhadap program, tingkat input dan output, serta pencapaian tujuan menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tergolong cukup efektif. Empat dimensi telah berjalan dengan baik, sedangkan dimensi pencapaian tujuan menyeluruh belum optimal karena masih terdapat kendala pada aspek pemasaran, inovasi produk, daya saing, dan peningkatan pendapatan pengrajin. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendampingan, pemerataan fasilitasi, serta perluasan akses pemasaran agar tujuan program dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan.
Collaborative Governance Dalam Pembangunan Desa Di Desa Puspasari Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya Ambarani Ambarani; Beni Hartanto; Nidia Rismania Dewi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1884

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah belum optimalnya pelaksanaan collaborative governance dalam pembangunan Desa Puspasari, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh komunikasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan yang belum berjalan secara maksimal, partisipasi masyarakat yang masih terbatas, serta belum meratanya pemahaman masyarakat terhadap program pembangunan, khususnya pada pemanfaatan lahan carik dan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) lapang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan collaborative governance dalam pembangunan Desa Puspasari berdasarkan lima dimensi yang dikemukakan oleh Ansell dan Gash, yaitu face to face dialogue, trust building, commitment to process, shared understanding, dan intermediate outcomes. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan collaborative governance telah berlangsung cukup efektif. Dialog antarpemangku kepentingan dilaksanakan melalui musyawarah desa dan forum kemasyarakatan, kepercayaan serta komitmen dalam proses kolaborasi telah terbangun dengan baik, dan kolaborasi menghasilkan pemanfaatan lahan carik yang lebih produktif serta pembangunan TPT lapang yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Meskipun demikian, partisipasi masyarakat, koordinasi antarpihak, dan kesamaan pemahaman terhadap tujuan program masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan collaborative governance telah memenuhi lima dimensi kolaborasi menurut Ansell dan Gash, namun penguatan sosialisasi, koordinasi, dan pemberdayaan masyarakat tetap diperlukan agar pembangunan desa berlangsung lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan.