Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pola Makan Dengan Status Gizi Pada Remaja Di Sma Negeri 1 Kota Kupang Veronika Yunitasari; Priyati Rihi; Juandri Tusi; Rini Ton
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1793

Abstract

Latar Belakang: Pola makan merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam menentukan status gizi remaja. Masa remaja ditandai oleh pertumbuhan fisik dan perkembangan yang pesat sehingga membutuhkan asupan energi dan zat gizi yang cukup, seimbang, serta berkualitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makan dengan status gizi pada remaja di SMA Negeri 1 Kota Kupang. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 72 siswa kelas X dan XI, sedangkan sampel sebanyak 39 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dan dipilih melalui teknik simple random sampling. Data pola makan dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,743. Status gizi ditentukan melalui pengukuran antropometri berupa berat badan dan tinggi badan untuk menghitung Indeks Massa Tubuh. Data dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase serta secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pola makan kategori baik sebesar 56,4%, sedangkan 56,4% responden berada pada kategori gizi kurang, 41,0% memiliki status gizi normal, dan 2,6% tergolong gemuk. Hasil uji Chi-Square memperoleh nilai p < 0,001, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dan status gizi remaja. Kesimpulan: Pola makan berhubungan secara signifikan dengan status gizi pada remaja di SMA Negeri 1 Kota Kupang. Sekolah dan keluarga perlu memperkuat edukasi gizi serta membiasakan konsumsi makanan beragam, seimbang, dan teratur.
Identifikasi Faktor Penyebab Penumpukan Berkas Rekam Medis di Rumah Sakit X Veronika Yunitasari; Dewi Mardahlia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2053

Abstract

Rekam medis merupakan komponen penting dalam menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit karena berfungsi sebagai sumber informasi pasien, dokumentasi pelayanan, dan dasar pengambilan keputusan medis. Berdasarkan hasil observasi di Rumah Sakit X, ditemukan permasalahan berupa penumpukan berkas rekam medis pada ruang penyimpanan yang dipengaruhi oleh keterbatasan ruang, rak yang telah penuh, ketidakteraturan penyusunan berkas, serta peningkatan jumlah berkas seiring bertambahnya jumlah pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab penumpukan berkas rekam medis dan menentukan alternatif pemecahan masalah yang dapat diterapkan sesuai kondisi rumah sakit. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan diskusi bersama petugas unit rekam medis. Data dianalisis menggunakan diagram fishbone (Ishikawa) untuk mengidentifikasi akar penyebab berdasarkan aspek method, management, environment, dan material, kemudian metode Reinke digunakan untuk menentukan prioritas alternatif pemecahan masalah. Hasil analisis menunjukkan bahwa penumpukan dipengaruhi oleh penyusunan berkas yang belum rapi, belum adanya penambahan fasilitas penyimpanan, keterbatasan ruang dan rak, serta peningkatan volume pasien dan jumlah berkas. Hasil perhitungan metode Reinke menunjukkan bahwa penataan ulang berkas rekam medis sesuai sistem penyimpanan memperoleh skor tertinggi sebesar 32 dan ditetapkan sebagai prioritas utama. Penelitian menyimpulkan bahwa penumpukan berkas dapat dikurangi melalui penataan ulang yang sistematis, optimalisasi ruang penyimpanan, evaluasi kapasitas secara berkala, serta pengusulan penambahan fasilitas apabila kapasitas yang tersedia tidak lagi mencukupi.