Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Faktor Penyebab Penumpukan Berkas Rekam Medis di Rumah Sakit X Veronika Yunitasari; Dewi Mardahlia
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2053

Abstract

Rekam medis merupakan komponen penting dalam menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit karena berfungsi sebagai sumber informasi pasien, dokumentasi pelayanan, dan dasar pengambilan keputusan medis. Berdasarkan hasil observasi di Rumah Sakit X, ditemukan permasalahan berupa penumpukan berkas rekam medis pada ruang penyimpanan yang dipengaruhi oleh keterbatasan ruang, rak yang telah penuh, ketidakteraturan penyusunan berkas, serta peningkatan jumlah berkas seiring bertambahnya jumlah pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab penumpukan berkas rekam medis dan menentukan alternatif pemecahan masalah yang dapat diterapkan sesuai kondisi rumah sakit. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan diskusi bersama petugas unit rekam medis. Data dianalisis menggunakan diagram fishbone (Ishikawa) untuk mengidentifikasi akar penyebab berdasarkan aspek method, management, environment, dan material, kemudian metode Reinke digunakan untuk menentukan prioritas alternatif pemecahan masalah. Hasil analisis menunjukkan bahwa penumpukan dipengaruhi oleh penyusunan berkas yang belum rapi, belum adanya penambahan fasilitas penyimpanan, keterbatasan ruang dan rak, serta peningkatan volume pasien dan jumlah berkas. Hasil perhitungan metode Reinke menunjukkan bahwa penataan ulang berkas rekam medis sesuai sistem penyimpanan memperoleh skor tertinggi sebesar 32 dan ditetapkan sebagai prioritas utama. Penelitian menyimpulkan bahwa penumpukan berkas dapat dikurangi melalui penataan ulang yang sistematis, optimalisasi ruang penyimpanan, evaluasi kapasitas secara berkala, serta pengusulan penambahan fasilitas apabila kapasitas yang tersedia tidak lagi mencukupi.