Perkembangan media digital telah meningkatkan kemudahan akses informasi dan aktivitas daring, tetapi juga diikuti oleh meningkatnya risiko penipuan digital yang menyasar berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Cybersecurity awareness diduga berperan penting dalam memengaruhi kerentanan individu terhadap penipuan digital, namun penelitian yang secara khusus menguji hubungan tersebut pada konteks mahasiswa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh cybersecurity awareness terhadap kerentanan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) dalam menghadapi penipuan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 107 mahasiswa aktif UMB yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring yang terdiri atas 13 aitem skala Cybersecurity Awareness dan 15 aitem skala Kerentanan terhadap Penipuan Digital. Kedua instrumen dinyatakan valid (r-hitung > r-tabel 0,190) dan reliabel (Cronbach's Alpha = 0,773 dan 0,838). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan hubungan positif yang kuat dan signifikan antara cybersecurity awareness dan kerentanan terhadap penipuan digital (r = 0,798; p < 0,001), dengan cybersecurity awareness menyumbang 63,7% variasi skor kerentanan (R² = 0,637; F = 184,59; p < 0,001). Arah hubungan yang positif mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan keamanan siber tidak serta-merta menurunkan kerentanan apabila belum diikuti oleh perilaku pencegahan yang konsisten. Temuan ini menegaskan pentingnya program literasi keamanan siber di perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada penguatan keterampilan perilaku dalam menghadapi modus penipuan digital yang terus berkembang.