Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Manajemen Risiko PT Unilever Indonesia Tbk Akibat Isu Boikot Tahun 2025 Menggunakan Kerangka ISO 31000:2018 Ira Rohaeny; Yoyo Sudaryo; Eko Djoko Prabowo
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara PT Unilever Indonesia Tbk mengelola risiko yang muncul karena isu boikot yang terjadi pada tahun 2025, dengan menggunakan kerangka kerja yang diusulkan oleh ISO 31000:2018. Isu boikot yang berkelanjutan di kalangan masyarakat memengaruhi cara masyarakat memandang perusahaan, sehingga menyebabkan perubahan dalam cara belanja, menurunnya jumlah penjualan, dan menurunnya keuntungan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari laporan tahunan PT Unilever Indonesia Tbk tahun 2025, laporan keuangan perusahaan, jurnal ilmiah, serta berbagai publikasi yang terkait. Analisis data dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah manajemen risiko berdasarkan standar ISO 31000:2018, yaitu mengidentifikasi risiko, menganalisis risiko, mengevaluasi risiko, serta menentukan tindakan yang perlu dilakukan terhadap risiko tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menghadapi tiga jenis risiko besar, yaitu risiko terkait masyarakat, risiko terkait nama baik, dan risiko terkait ekonomi. Risiko reputasi memiliki prioritas tertinggi karena langsung memengaruhi kepercayaan pelanggan, gambaran perusahaan, dan hasil keuangan. Risiko sosial bisa membuat masyarakat memiliki pandangan negatif, sedangkan risiko ekonomi adalah akibatnya yang terlihat dari penurunan penjualan di beberapa bagian bisnis dan pengurangan laba perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa menerapkan ISO 31000:2018 dapat membantu perusahaan dalam mengenali, menilai, dan membuat rencana untuk mengurangi risiko secara teratur, sehingga perusahaan bisa tetap berjalan dengan baik meskipun menghadapi perubahan di sekitar mereka.