Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Resiliensi Akademik Terhadap Stres Akademik Siswa Program Tahfidz SMA Islam Athirah Kota Makassar Rahma Aliyah Usman; Ahmad Razak; Andi Halima
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1861

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara resiliensi akademik dan stres akademik pada siswa program tahfidz yang menghadapi tuntutan pembelajaran formal dan target hafalan Al-Qur’an secara bersamaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel terdiri atas 113 siswa program tahfidz SMA Islam Athirah Kota Makassar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala stres akademik dan skala resiliensi akademik, kemudian dianalisis dengan korelasi Pearson product-moment. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki tingkat stres akademik dan resiliensi akademik pada kategori sedang. Uji hipotesis menemukan hubungan positif dan signifikan antara resiliensi akademik dan stres akademik dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,385 dan p = 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa untuk bertahan dan beradaptasi dapat berkembang bersamaan dengan meningkatnya tekanan akademik dalam konteks tuntutan ganda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa resiliensi akademik berkaitan secara signifikan dengan stres akademik pada siswa tahfidz. Hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi sekolah untuk menyeimbangkan beban akademik dan target hafalan serta memperkuat layanan konseling, manajemen waktu, dan strategi koping adaptif. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu psikologi pendidikan, khususnya mengenai dinamika resiliensi akademik dan stres akademik pada siswa program tahfidz. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru, pembina tahfidz, orang tua, dan pihak sekolah dalam menyusun program pendampingan yang mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis serta keberhasilan belajar siswa.