Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Implementasi Kebijakan One Health dalam Penanggulangan Resistensi Antimikroba: Tantangan dan Strategi Multisektoral Tessalonika Shinta Ratriani; Soroy Lardo; Andreas Tuani Siahaan; Eddytia Syauqy Ilmani; Febriani Pali Palada; Feby Ingnesia Tamara Purba; Hafizh Elyanda Kurnia; Hafliza Amira; Immanuel Mattew Sitorus; Muhammad Raihan Abhenda Putra; Quinn Kay Setiawan; Alif Nurfattah Hakim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1924

Abstract

Resistensi antimikroba (AMR) merupakan ancaman kesehatan global yang semakin meningkat akibat penggunaan antimikroba yang tidak rasional pada sektor kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Pendekatan One Health dikembangkan sebagai strategi kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai sektor dalam upaya pengendalian AMR secara berkelanjutan. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan One Health dalam penanggulangan resistensi antimikroba, mengidentifikasi tantangan implementasi, serta merumuskan strategi multisektoral yang efektif. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap publikasi ilmiah dari Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Web of Science. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan One Health telah diadopsi melalui berbagai kebijakan global dan nasional, termasuk Global Action Plan on Antimicrobial Resistance. Beberapa negara seperti Swedia dan Denmark berhasil menerapkan sistem surveilans terintegrasi yang mendukung penggunaan antibiotik secara rasional. Namun demikian, implementasi masih menghadapi sejumlah hambatan berupa lemahnya koordinasi lintas sektor, keterbatasan surveilans terpadu, rendahnya kepatuhan terhadap prinsip antimicrobial stewardship, serta pencemaran lingkungan akibat residu antimikroba. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan program antimicrobial stewardship, integrasi sistem surveilans, peningkatan biosekuriti, pengelolaan limbah yang lebih baik, serta penguatan kolaborasi antarsektor. Keberhasilan implementasi One Health sangat bergantung pada komitmen pemerintah, kerjasama multisektoral, dan keselarasan kebijakan di tingkat nasional maupun global.
The Impact of Short-Form Video Addiction on Attention Control and Cognitive Regulation in Young Adults: A Systematic Review and Evidence Synthesis Alif Nurfattah Hakim; Alven Syahfi Yandi; Andreas Tuani Panahatan Irene Putera Siahaan
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1645

Abstract

Background: Short-form video addiction (SVA) among young adults raises significant concerns regarding executive dysfunction, yet its neurocognitive profile remains fragmented.  Methods: Guided by PRISMA 2020 and SWiM frameworks, five databases were searched for empirical studies assessing SVA alongside attentional control or reward/decision-making outcomes in youth aged 10–35.  Results: Six empirical studies (N = 3959) were synthesized. Higher SVA severity consistently correlated with poorer attentional and self regulatory control (r = -0,09 to -0,64). Go/No-go event-related potentials revealed attenuated No-go N2 amplitudes in addicted individuals, demonstrating impaired early response conflict monitoring. Concurrently, behavioral tasks and fNIRS neuroimaging indicated heightened risk-taking, shortened decision latencies, diminished loss aversion, and hyperactivation in the orbitofrontal cortex and frontopolar area during video-cue exposure and loss feedback.  Conclusion: SVA impairs top-down attentional control and distorts reward processing through prefrontal dysregulation. Interventions must emphasize proactive self regulation and curb algorithmic cue reactivity.