Retensi informasi merujuk pada kemampuan individu untuk menyimpan dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. Hal ini sangat penting untuk kesuksesan dalam proses pembelajaran. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi digital, berbagai distractor muncul selama pembelajaran, yang mengakibatkan penurunan kemampuan retensi informasi pada siswa. Salah satu cara untuk meningkatkan retensi informasi adalah dengan menerapkan metode mind mapping. Metode ini menyajikan materi secara visual, sehingga mempermudah pengorganisasian dan penyimpanan informasi dalam memori. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode mind mapping terhadap retensi informasi siswa kelas XI Perhotelan 2 SMK Bina Warga Bandung, khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain true experimental pretest-posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 22 siswa yang dibagi secara acak menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian menggunakan tes pilihan ganda yang terdiri dari 20 butir soal, yang diberikan baik sebelum maupun sesudah perlakuan. Data dianalisis dengan menggunakan paired sample t-test melalui bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan skor setelah pembelajaran. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 15,45 poin, sedangkan kelompok kontrol menunjukkan peningkatan sebesar 11,82 poin. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,043, yang mengindikasikan bahwa metode mind mapping memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan retensi informasi siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa penyajian materi secara visual dapat membantu siswa dalam memahami, mengorganisir, serta mengingat kembali materi pembelajaran dengan lebih efektif dibandingkan metode pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, metode mind mapping dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan retensi informasi siswa.