Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Cyberbullying di Media Sosial Terhadap Gejala Depresi pada Remaja Mgs M Fadhil Mubarak; Kustia Anggereni
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1930

Abstract

Cyberbullying adalah salah satu isu yang kian meningkat seiring dengan bertambahnya penggunaan media sosial di kalangan anak muda. Perundungan yang terjadi di platform digital dapat menimbulkan efek psikologis yang berat, seperti tekanan, kecemasan, kehilangan kepercayaan diri, hingga tanda-tanda depresi. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Cyberbullying di platform media sosial terhadap gejala depresi di kalangan remaja berdasarkan temuan riset yang sudah dipublikasikan. Metode yang diterapkan adalah tinjauan pustaka dengan menganalisis artikel ilmiah yang diambil dari berbagai basis data jurnal nasional dan internasional. Kriteria inklusi terdiri dari artikel yang membahas keterkaitan Cyberbullying dengan kesehatan mental pada remaja, terutama depresi, kecemasan, dan stres. Sejumlah lima artikel yang sesuai dengan kriteria dianalisis secara deskriptif untuk menentukan pola temuan yang serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cyberbullying berhubungan erat dengan peningkatan risiko gejala depresi pada anak muda. Korban Cyberbullying biasanya menghadapi masalah emosional, perasaan sedih yang berkepanjangan, penurunan harga diri, kecemasan, serta kesulitan saat berinteraksi sosial. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya Cyberbullying mencakup frekuensi pemakaian media sosial, dampak teman sebaya, minimnya pengawasan orang tua, serta rendahnya pemahaman literasi digital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Cyberbullying adalah faktor risiko signifikan terhadap timbulnya gejala depresi pada remaja, sehingga diperlukan upaya pencegahan dengan edukasi digital, penguatan dukungan keluarga, serta peningkatan kesadaran kesehatan mental di lingkungan sekolah dan masyarakat.