Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Sejauh Mana Implementasi Pendaftaran Pasien Melalui Mobile JKN Terhadap Kepuasan Pengguna: Literature Review Netta Natalia Siregar; Kustia Anggereni
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.773

Abstract

Transformasi digital melalui aplikasi Mobile JKN bertujuan untuk mengatasi antrean panjang dan memenuhi harapan masyarakat akan layanan yang cepat dan efisien. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mempelajari secara mendalam sejauh mana implementasi pendaftaran pasien melalui Mobile JKN memengaruhi kepuasan pengguna. Penelitian ini menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) dengan berpedoman pada metode PRISMA terhadap 5 artikel utama yang memenuhi kriteria kelayakan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penerapan Mobile JKN terbukti efektif meningkatkan kepuasan pasien rawat jalan melalui pengurangan waktu tunggu. Namun, masih ditemukan berbagai hambatan seperti antarmuka aplikasi yang membingungkan, kendala jaringan, dan rendahnya literasi digital terutama pada pasien lansia. Keberhasilan implementasi pendaftaran daring ini pada akhirnya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, kecakapan digital pengguna, dan pendampingan langsung dari staf medis di lapangan.
Efektivitas Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) Berbasis Bridging System BPJS dalam Memangkas Waktu Tunggu dan Antrean di Area Registrasi Rumah Sakit: Literatur Review Ina Narulia Rachmah; Kustia Anggereni
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1603

Abstract

Pelayanan pendaftaran yang cepat adalah salah satu tanda kualitas rumah sakit. Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) yang menggunakan sistem BPJS sebagai penghubung dikembangkan agar proses pendaftaran lebih cepat, mengurangi waktu yang dihabiskan pasien menunggu, dan meminimalkan antrean. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif penerapan APM yang menggunakan system bridging BPJS dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Pencarian literatur untuk artikel ini dilakukan melalui Google Scholar diterbitkan antara tahun 2022 hingga 2026, dan dipilih menggunakan metode PRISMA. 5 artikel memenuhi kriteria yang ditentukan dan dianalisis secara naratif. Studi menunjukkan bahwa APM dapat mempercepat proses pendaftaran dan mengurangi biaya, waktu menunggu dan antrean, meningkatkan efisiensi pelayanan, serta meningkatkan kepuasan pasien. APM berbasis bridging sistem BPJS membantu meningkatkan kualitas pelayanan registrasi rumah sakit, tetapi memerlukan optimalisasi infrastruktur dan instruksi pengguna. Namun, stabilitas sistem, integrasi BPJS, kemampuan SDM, ketersediaan SOP, dan kemampuan pasien untuk menggunakan APM semuanya memengaruhi efektivitas implementasi.
Analisis Hambatan Akses Pelayanan Kesehatan di Wilayah Pedesaan: Literature Review Nyimas Nur Cahyani; Kustia Anggereni
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1618

Abstract

Akses pelayanan kesehatan di wilayah pedesaan masih menghadapi berbagai hambatan yang menyebabkan belum meratanya pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemudahan mendapatkan pelayanan kesehatan di daerah pedesaan dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Penelitian ini melibatkan 5 artikel ilmiah dengan menggunakan kriteria tertentu untuk memasukkan dan mengeluarkan artikel tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa akses pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh kondisi geografis, keterbatasan transportasi, distribusi tenaga kesehatan, kondisi sosial ekonomi, kepemilikan jaminan kesehatan, budaya, serta literasi digital. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta telemedicine membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, namun penerapan masih terkendala oleh keterbatasan infrastruktur dan sumber daya. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pelayanan kesehatan primer, pemerataan tenaga kesehatan, serta optimalisasi infrastruktur dan teknologi kesehatan untuk meningkatkan pemerataan akses pelayanan kesehatan di wilayah pedesaan.
Dampak Digitalisasi Administrasi Pendaftaran Terhadap Efisiensi Waktu Tunggu Dan Kepuasan Pasien Rawat Jalan: Literatur Review Annisa Afriyanti; Kustia Anggereni
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1626

Abstract

Rumah sakit menerapkan inovasi untuk meningkatkan pelayanan pasien dengan digitalisasi administrasi pendaftaran. Implementasi sistem pendaftaran digital diharapkan dapat mempercepat proses administrasi, mengurangi jumlah waktu menunggu, serta meningkatkan kepuasan pasien rawat jalan. Penelitian ini berfokus pada dampak digitalisasi proses administrasi pendaftaran terhadap peningkatan kepuasan pasien rawat jalan serta percepatan waktu tunggu. Studi ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dengan pedoman yang telah ditetapkan untuk peninjauan dan analisis sistematis. Digitalisasi administrasi, pendaftaran, efisiensi waktu tunggu, dan kepuasan pasien rawat jalan adalah topik pencarian literatur yang digunakan melalui Google Scholar. 73.898 artikel ditemukan dalam hasil pencarian. Setelah itu, dilakukan identifikasi, penyaringan, dan penilaian kelayakan jurnal menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga lima jurnal terpilih dapat dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi pendaftaran dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan rumah sakit. Sistem pendaftaran digital dapat mempercepat proses pendaftaran, mengurangi waktu tunggu pasien, membuat layanan lebih mudah diakses, dan meningkatkan kepuasan pasien rawat jalan. Dengan demikian, digitalisasi administrasi pendaftaran dapat menjadi pilihan yang bagus untuk pengembang dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan di rumah sakit.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien BPJS Di Puskesmas Dan Rumah Sakit: Literatur Review Rayhan Rayhan; Kustia Anggereni
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1774

Abstract

Untuk menjamin kepuasan pasien, termasuk peserta BPJS Kesehatan, pelayanan kesehatan yang baik harus diberikan. Dengan melihat literatur sebelumnya, penelitian ini meneliti bagaimana kualitas pelayanan berdampak pada kepuasan pasien BPJS di fasilitas kesehatan primer dan lanjutan. Data penelitian diperoleh dari artikel ilmiah yang dipublikasikan pada Google Scholar pada tahun 2022–2026. Menurut kriteria inklusi, sepuluh jurnal dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Proses sintesis kualitatif digunakan untuk menganalisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan yang diberikan kepada pasien BPJS memiliki efek positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan mereka.Kualitas pelayanan berkontribusi sebesar 51,8% terhadap tingkat kepuasan pasien dalam beberapa penelitian. Faktor yang paling penting untuk meningkatkan kepuasan adalah daya tanggap (responsiveness) dan jaminan (assurance). Meskipun kualitas pelayanan secara umum dianggap baik, masih ada masalah seperti waktu tunggu yang lama dan proses administrasi yang kompleks. Oleh karena itu, untuk terus meningkatkan kepuasan pasien BPJS, diperlukan peningkatan kompetensi petugas, penyederhanaan proses administrasi, dan perbaikan sistem pelayanan.
Dampak Cyberbullying di Media Sosial Terhadap Gejala Depresi pada Remaja Mgs M Fadhil Mubarak; Kustia Anggereni
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1930

Abstract

Cyberbullying adalah salah satu isu yang kian meningkat seiring dengan bertambahnya penggunaan media sosial di kalangan anak muda. Perundungan yang terjadi di platform digital dapat menimbulkan efek psikologis yang berat, seperti tekanan, kecemasan, kehilangan kepercayaan diri, hingga tanda-tanda depresi. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Cyberbullying di platform media sosial terhadap gejala depresi di kalangan remaja berdasarkan temuan riset yang sudah dipublikasikan. Metode yang diterapkan adalah tinjauan pustaka dengan menganalisis artikel ilmiah yang diambil dari berbagai basis data jurnal nasional dan internasional. Kriteria inklusi terdiri dari artikel yang membahas keterkaitan Cyberbullying dengan kesehatan mental pada remaja, terutama depresi, kecemasan, dan stres. Sejumlah lima artikel yang sesuai dengan kriteria dianalisis secara deskriptif untuk menentukan pola temuan yang serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cyberbullying berhubungan erat dengan peningkatan risiko gejala depresi pada anak muda. Korban Cyberbullying biasanya menghadapi masalah emosional, perasaan sedih yang berkepanjangan, penurunan harga diri, kecemasan, serta kesulitan saat berinteraksi sosial. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya Cyberbullying mencakup frekuensi pemakaian media sosial, dampak teman sebaya, minimnya pengawasan orang tua, serta rendahnya pemahaman literasi digital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Cyberbullying adalah faktor risiko signifikan terhadap timbulnya gejala depresi pada remaja, sehingga diperlukan upaya pencegahan dengan edukasi digital, penguatan dukungan keluarga, serta peningkatan kesadaran kesehatan mental di lingkungan sekolah dan masyarakat.