Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Manfaat Daun Kelor Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Di Desa Duko Tambin Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan Mauliana Silvia; Na'imatul Retno Faizah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1966

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia karena dapat menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak. Salah satu strategi pencegahan stunting adalah dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kebutuhan gizi serta menekankan penggunaan pangan lokal bergizi, seperti daun kelor. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki anak balita mengenai stunting, pentingnya pola makan seimbang, dan manfaat daun kelor sebagai sumber pangan bergizi, sehingga turut membantu mencegah stunting di Desa Duko Tambin (Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan). Metode yang digunakan meliputi sesi edukasi kesehatan, diskusi interaktif, pembagian materi informasi, serta tes sebelum dan sesudah sesi untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Peserta kegiatan terdiri dari ibu balita, ibu hamil, kader Posyandu, dan anggota masyarakat setempat lainnya. Data dianalisis secara deskriptif, dan perbedaan tingkat pengetahuan sebelum serta sesudah sesi dinilai menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 68,67 sebelum sesi menjadi 86,00 setelah sesi. Seluruh peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan (nilai signifikansi 0,001), yang menegaskan bahwa sesi edukasi tersebut efektif dalam meningkatkan pemahaman mereka. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kandungan gizi, manfaat, dan penggunaan daun kelor sebagai sumber pangan bergizi bagi keluarga mereka. Dengan demikian, edukasi kesehatan mengenai penggunaan daun kelor terbukti menjadi sarana yang efektif untuk memperluas pengetahuan masyarakat dan berkontribusi pada pencegahan stunting pada anak balita.
Upaya Pencegahan Stunting Melalui Posyandu Dengan Pemberian Makanan Bergizi Di RT 003 RW 000 Kelurahan Jagabaya I Henny Agustina; Na'imatul Retno Faizah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1967

Abstract

  Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting serta penerapan gizi seimbang menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui kegiatan Pos Pelayanan Terpadu yang dipadukan dengan pemberian makanan bergizi kepada balita. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, koordinasi dengan kader Pos Pelayanan Terpadu, penyusunan media edukasi berupa poster dan brosur, pelaksanaan penyuluhan kesehatan, pemberian makanan bergizi, serta evaluasi menggunakan uji awal dan uji akhir. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah mengikuti penyuluhan. Persentase jawaban benar meningkat dari 85 persen pada uji awal menjadi 95 persen pada uji akhir, sedangkan persentase jawaban salah menurun dari 15 persen menjadi 5 persen. Instrumen evaluasi yang digunakan telah memenuhi kriteria validitas dan memiliki reliabilitas yang tinggi sehingga layak digunakan sebagai alat ukur. Program ini juga memperoleh dukungan aktif dari kader Pos Pelayanan Terpadu dan masyarakat. Dengan demikian, edukasi kesehatan yang dipadukan dengan pemberian makanan bergizi melalui Pos Pelayanan Terpadu efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat sebagai salah satu upaya pencegahan stunting sejak dini dan dapat menjadi model kegiatan promotif di tingkat masyarakat.