Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia karena dapat menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak. Salah satu strategi pencegahan stunting adalah dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kebutuhan gizi serta menekankan penggunaan pangan lokal bergizi, seperti daun kelor. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki anak balita mengenai stunting, pentingnya pola makan seimbang, dan manfaat daun kelor sebagai sumber pangan bergizi, sehingga turut membantu mencegah stunting di Desa Duko Tambin (Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan). Metode yang digunakan meliputi sesi edukasi kesehatan, diskusi interaktif, pembagian materi informasi, serta tes sebelum dan sesudah sesi untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Peserta kegiatan terdiri dari ibu balita, ibu hamil, kader Posyandu, dan anggota masyarakat setempat lainnya. Data dianalisis secara deskriptif, dan perbedaan tingkat pengetahuan sebelum serta sesudah sesi dinilai menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 68,67 sebelum sesi menjadi 86,00 setelah sesi. Seluruh peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan (nilai signifikansi 0,001), yang menegaskan bahwa sesi edukasi tersebut efektif dalam meningkatkan pemahaman mereka. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kandungan gizi, manfaat, dan penggunaan daun kelor sebagai sumber pangan bergizi bagi keluarga mereka. Dengan demikian, edukasi kesehatan mengenai penggunaan daun kelor terbukti menjadi sarana yang efektif untuk memperluas pengetahuan masyarakat dan berkontribusi pada pencegahan stunting pada anak balita.