Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Peran QRIS sebagai Instrumen Pembayaran Digital bagi Generasi Z di Kota Makassar melalui Pendekatan Studi Literatur Avril Ananta Sahriri; Suchy Damayanti; Jeane Eca Octafia; Roswita Parenggo; Ainy; Nurhidayanti.S; Fadel; Udyono
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1970

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi sistem pembayaran menuju sistem pembayaran digital yang lebih cepat, praktis, dan efisien. Salah satu inovasi yang mendukung transformasi tersebut adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yaitu standar nasional pembayaran berbasis kode QR yang dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk mewujudkan sistem pembayaran yang terintegrasi, aman, dan inklusif. Kota Makassar sebagai pusat kegiatan ekonomi di kawasan Indonesia Timur menunjukkan perkembangan yang pesat dalam implementasi pembayaran digital. Tingginya aktivitas perdagangan, pertumbuhan UMKM, serta meningkatnya penggunaan teknologi digital menjadikan Kota Makassar sebagai salah satu daerah dengan potensi besar dalam pemanfaatan QRIS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran QRIS sebagai instrumen pembayaran digital bagi Generasi Z di Kota Makassar . Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui penelusuran berbagai artikel ilmiah, buku, laporan resmi Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta publikasi lain yang relevan. Literatur yang dipilih dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menginterpretasikan temuan-temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan, persepsi manfaat, keamanan transaksi, dan literasi keuangan digital merupakan faktor utama yang mempengaruhi penggunaan QRIS oleh Generasi Z. Selain meningkatkan efisiensi transaksi, QRIS juga berkontribusi dalam memperluas inklusi keuangan, mendorong budaya transaksi non-tunai, serta mendukung percepatan transformasi ekonomi digital di Kota Makassar. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, lembaga pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam meningkatkan edukasi serta optimalisasi penggunaan QRIS secara aman, efektif, dan berkelanjutan guna mendukung penguatan ekosistem ekonomi digital di Kota Makassar.
Pengaruh Perkembangan Teknologi Digital Terhadap Layanan Perbankan Di Makassar Audry Hizki Anastari Buntu; Puji Tri Astuti; Fadhila Maharani Sardi; Atasya Panoto Malino; Rezkyah Nur Wafira; Nurhidayanti.S; Humaidid Muhajir
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1973

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi layanan perbankan dari sistem konvensional menuju layanan berbasis digital yang lebih cepat, mudah, dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perkembangan teknologi digital terhadap layanan perbankan di Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah pengguna aktif layanan perbankan digital di Kota Makassar, sedangkan sampel penelitian sebanyak 50 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan bantuan SPSS versi 26. Tahapan analisis meliputi uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linear sederhana, dan uji t. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh item pernyataan memiliki nilai r-hitung lebih besar daripada r-tabel (0,279), sedangkan uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,857 untuk variabel teknologi digital dan 0,842 untuk variabel layanan perbankan, sehingga seluruh instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Hasil analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 4,120 + 0,780X, yang menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital berpengaruh positif terhadap layanan perbankan. Pengujian hipotesis memperoleh nilai t-hitung sebesar 5,842 dengan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga hipotesis diterima. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan teknologi digital mampu meningkatkan kualitas layanan perbankan melalui kemudahan penggunaan, kecepatan akses, keamanan sistem, dan inovasi fitur, sehingga dapat meningkatkan kepuasan nasabah dan memperkuat daya saing industri perbankan di Kota Makassar.
Pelemahan Nilai Tukar Rupiah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global: Analisis Penyebab Dampak dan Strategi Penanganan di Indonesia Tahun 2026 Brilianti Usman; Meylanie Putria Ilhma; Putri Nur Arlin N.T; Rendy Febrianto; Rizkiyatul Aulia; Nurhidayanti.S; Faridah; Fadel
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1975

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji pelemahan nilai tukar rupiah Indonesia di tenganh ketidakpastian ekonomi global yang tinggi pada tahun 2026. Dengan menggunakan metode studi literatur sistematis, penelitian ini mensintesis temuan dari jurnal akademik terkini, laporan resmi Bank Indonesia, Dana Moneter Internasional (IMF), dan sumber berita terpercaya yang diterbitkan antara tahun 2024 hingga 2026. Penelitian mengidentifikasi tiga faktor utama pelemahan Rupiah: (1) penguatan berkelanjutan Dolar AS akibat kebijakan moneter The Federal Reserve; (2) eskalasi ketegangan geopolitik khususnya di Timur Tengah; dan (3) tekanan fiskal domestik akibat pelebaran defisit anggaran dan arus keluar modal menyusul revisi outlook negatif oleh Moody's dan Fitch. Rupiah mencapai titik terendah sepanjang sejarah sebesar Rp18.045 per USD pada Juni 2026, terdepresiasi sekitar 6,63% secara year-to-date. Bedasarkan data  diatas hasil penelitian ini menunjukkan dampak utama meliputi inflasi impor, peningkatan beban utang berdenominasi asing, penurunan daya saing industri bergantung impor, dan merosotnya daya beli masyarakat. Bank Indonesia merespons dengan mempertahankan BI-Rate di 4,75%, mengintensifkan intervensi pasar valuta asing melalui transaksi spot dan Non-Deliverable Forward (NDF), serta menaikkan imbal hasil SRBI untuk menarik aliran masuk investasi portofolio asing. Dapat disimpulkan bahwa stabilisasi nilai tukar yang efektif membutuhkan koordinasi kebijakan moneterfiskal yang solid didukung reformasi struktural untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap Dolar AS. memiliki keterbatasan pada sifat dinamis fenomena yang dikaji, mengingat kondisi nilai tukar dan kebijakan terkait dapat berubah dengan cepat seiring perkembangan situasi ekonomi global maupun domestik.