Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Sumur Resapan Dalam Mengurangi Genangan Air Dan Meningkatkan Cadangan Air Tanah Di Kawasan Perumahan Beriklim SEMI-ARID Studi Kasus Perumahan Griya BSB Kota Kupang Hikmah Hikmah; Marwin Deki Lopo; Milson M. Selan; Roly Edyan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2075

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting Perumahan Griya BSB Kota Kupang, mengevaluasi efektivitas sumur resapan dalam mengurangi genangan air dan meningkatkan cadangan air tanah, serta mengidentifikasi faktor penghambat optimalisasi fungsi resapan pada kawasan perumahan beriklim semi-arid. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain studi kasus. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, pengukuran dimensi bangunan resapan, pengamatan genangan, wawancara, dokumentasi, serta pemetaan titik resapan. Data sekunder meliputi data curah hujan, informasi tata guna lahan, kondisi drainase, dan standar teknis sumur resapan. Analisis dilakukan melalui pemetaan berbasis SIG, analisis hidrologi, perhitungan volume limpasan, koefisien limpasan, kapasitas tampungan, laju infiltrasi, dan perbandingan kondisi sebelum-sesudah penerapan resapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan seluas ±2 ha dengan 73 unit rumah berada pada dataran rendah dan dikelilingi permukiman berelevasi lebih tinggi sehingga berfungsi sebagai area akumulasi limpasan. Terdapat 17 unit bangunan resapan dengan total volume tampung sekitar 90 m³. Keberadaan sumur resapan menurunkan koefisien limpasan dari 1,00 menjadi 0,38, menurunkan volume limpasan dari 1.612,40 m³/tahun menjadi 612,40 m³/tahun, serta menurunkan tinggi genangan rata-rata dari 8,06 cm menjadi 5,30 cm. Pada kondisi optimum, penurunan genangan mencapai 62%. Cadangan air tanah meningkat dari 627,80 m³ menjadi 1.240,20 m³ atau bertambah 612,40 m³ (97,60%). Namun, efektivitas sistem masih bersifat parsial karena dipengaruhi sedimentasi, penyumbatan drainase, keterbatasan dimensi dan sebaran resapan, dominasi permukaan kedap air, karakteristik tanah berkapur, serta lemahnya pemeliharaan. Temuan ini menegaskan bahwa sumur resapan berperan penting sebagai infrastruktur konservasi air pada permukiman semi-arid, tetapi harus didukung desain adaptif, prasarana pra-perlakuan sedimen, pemeliharaan berkala, dan tata kelola lingkungan berbasis partisipasi warga.