Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : IKRA-ITH ABDIMAS

Peningkatan Minat Baca Melalui Taman Baca PAUD Yunitasari, Fita; Yuliyanti, Sri; Heryanto, Robby; Rachmanastiti, Nabila; Widjajakoesoemah, Asyraf Rizki; Fradil, Fradil; Ande, Diin Fitri; Hardiansyah, Hardiansyah
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan pembentukan Taman Baca Tunas Bangsa melalui kemitraan berbasiskomunitas dengan PAUD Tunas Bangsa di Condet, Jakarta Timur, sebagai respons atas rendahnyaminat baca anak dan belum tersedianya fasilitas literasi untuk jenjang PAUD–SD. Programbertujuan menyediakan akses buku dan ruang belajar yang nyaman serta edukatif, menumbuhkanminat baca–menulis dan kebiasaan eksplorasi mandiri, meningkatkan pengetahuan lintas bidang,serta mendorong kecerdasan sosial-budaya anak. Implementasi dilakukan melalui tahapanpemetaan lokasi, koordinasi dengan RT/PKK, pengajuan proposal kemitraan, sosialisasi kepadaorang tua, dan pengadaan sarana utama (rak buku, playmat, serta koleksi buku anak). Untukmenjangkau sasaran, tim menyusun media publikasi (flyer, banner, dan akun Instagram) sertamengadakan kegiatan pengenalan berupa perlombaan sebagai pemicu kunjungan. Peresmiantaman baca dilaksanakan pada 15 Juni 2025 dengan partisipasi 49 anak (98% dari target 50).Capaian output menunjukkan pengumpulan 123 buku bacaan serta tersedianya fasilitas pendukungpembelajaran. Taman baca kemudian dibuka untuk umum dengan jam layanan Senin–Jumat08.30–12.00 dan Minggu 10.00–13.00. Dari sisi pendanaan, total anggaran Rp4.072.033 terutamadialokasikan untuk pengadaan buku (Rp1.777.985), disertai kebutuhan operasional dan konsumsikegiatan. Secara deskriptif, kegiatan edukatif (mewarnai, cerdas cermat, dan storytelling)dipandang meningkatkan antusiasme, rasa percaya diri, dan kebiasaan membaca anak. Untukkeberlanjutan, laporan merekomendasikan monitoring hingga tiga bulan melalui buku kehadirandan evaluasi berkala berbasis angket. Rencana evaluasi mencakup peninjauan akhir Juni danpemantauan bulanan hingga September 2025, disertai penambahan koleksi buku, variasi kegiatanliterasi, serta perluasan kolaborasi dengan relawan dan lembaga/korporasi. Temuan inimenegaskan potensi pendekatan berbasis komunitas sebagai model intervensi literasi anak diwilayah perkotaan secara berkelanjutan, terukur.
Cahaya dari Sinar Wangi: Menghidupkan Kembali Masjid Sebagai Pusat Ilmu dan Ukhuwah Akrama, Fikri Zikra; Yunita, Lina; Kurniawati, Meitha; Arinata, Parma Sita Dwi; Arifah, Siti Nur; Moliza, Valethe; Ande, Diin Fitri
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program PKM “Cahaya dari Sinar Wangi” merupakan bentuk aksi nyata untuk menjadi solusi bagikondisi stagnasi fungsi sosial-keagamaan Masjid Fatimah Syarif di Desa Sinar Wangi, KecamatanTenjolaya, Kabupaten Bogor, yang telah tidak aktif selama lebih dari 12 tahun. Survei awalmenunjukkan bahwa lebih dari 90% masyarakat desa, terutama perempuan dewasa dan anakanak,mengalami buta huruf Al-Qur’an dan minim pemahaman ibadah dasar. Program inidirancang untuk menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan Community-BasedDevelopment (CBD). Kegiatan bertujuan untuk menghidupkan kembali peran masjid sebagaipusat literasi agama, sosial, dan karakter masyarakat, dengan melibatkan DKM, tokoh masyarakat,dan para mitra donatur. Melalui analisis SWOT, program ini mengidentifikasi kekuatan berupaantusiasme warga dan dukungan DKM, serta peluang kolaborasi eksternal. Namun, jugadihadapkan pada tantangan keberlanjutan pendanaan dan sarana belajar yang terbatas. Oleh karenaitu, strategi keberlanjutan berbasis kaderisasi lokal dan diversifikasi dukungan menjadi fokusjangka panjang program ini. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakatdan pemulihan fungsi masjid telah berhasil dicapai secara bertahap dan terukur.