Aswar Aswar
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar Gowa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep Keluarga Berencana dalam Tinjauan Hukum Islam Arsul Arsul; Aswar Aswar; Naelah Nur Sofiah
Al-Azhar Islamic Law Review VOLUME 6 NOMOR 1, 2024
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was conducted to learn; (1) Review of the concept of family planning. (2) Review of Islamic law regarding the concept of family planning. The study is a library research using the qualitative descriptive. method used in this study is the normative based juridical approach with data colletion techniques wetting trough the stages of identification, classification, veryfing, analysis and deduction. The data obtained the are two primary and secondary data. Primary data collected from Quranic verses and hadith. Secondary data is obtained from some decuments, journals, scripts and related articles. The results of the study indicate that: (1) family planning aims to regulate the number or spacing of children born between husband and wife. The implementation of family planning is known in 2 ways, namely planning parenthood or tanzhim al-nasl which regulates birth spacing, the second is birth control or tahdid al-nasl which limits births. The contraceptive method is indistinguisted by 2 types of traditional contraception namely the method without tools. The second is modern contraception which is carried out with special tools. (2) One of the efforts of the Indonesian goverment in dealing with population is to form the BKKBN. (3) The implementation of family planning in Islam is judgedbased on its objectives namely to manage birth distance (tanzhim al-nasl), not to restrict the number of births (tahdid al-nasl). The method of contraception in Islam is distinguished by the benefits and harms obtained from its use. Islam will prioritize less harmful method such as traditional contraceptive methods. However, seeing its lower effectiveness, with the magnitude of the harm that will occur when the birth arrives, it is permissible to use other methods while maintaining the rules of the sharia. The implication of this study is: (1) for the government to keep trying to mountain and ensure that every citizen is in a better condition in terms of education, health, economy and others. (2) For society it is supposed to be more considerate and considerate of the child she will give birth ti and thus be more beneficial to her, the state and religion. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui (1) Tinjauan umum konsep keluarga berencana (2) Tinjauan hukum Islam tentang konsep keluarga berencana. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (Library Research) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dengan teknik pengumpulan data melalui tahap identifikasi, klasifikasi, verifikasi, analisis dan pembuatan kesimpulan. Data-data yang diperoleh ada 2 yaitu data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dari ayat Al-Quran dan Hadis. Data sekunder didapatkan dari beberapa dokumen, jurnal, skripsi dan artikel yang terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga temuan. Pertama, Keluarga Berencana (KB) atau family planning bertujuan untuk mengatur banyaknya jumlah atau jarak kelahiran anak antara pasangan suami dan istri sementara pelaksanaan keluarga berencana dikenal dengan 2 cara yaitu, (1). Planning Parenthood atau tanzhim al-nasl yang mengatur jarak kelahiran, yang (2). Birth Control atau tahdid al-nasl yang membatasi kelahiran. Adapun metode kontrasepsi dibedakan dengan 2 jenis (1). Kontrasepsi trasdisional yaitu metode tanpa alat. (2). Kontrasepsi modern yang dilakukan dengan alat khusus. Kedua., Usaha pemerintah Indonesia dalam menghadapi kependudukan salah satunya adalah dengan membentuk BKKBN. Ketiga, Praktek KB dalam Islam dihukumi berdasarkan tujuannya, yaitu untuk mengatur jarak kelahiran (tanzhim al-nasl) bukan untuk membatasi jumlah kelahiran (tahdid al-nasl). Adapun metode kontrasepsi dalam Islam dibedakan dengan manfaat dan mudarat yang didapatkan dari pemakaiannya. Islam akan lebih mengutamakan yang lebih sedikit mudaratnya seperti metode kontrasepsi tradisional. Namun melihat efektifitasnya yang lebih kecil, dengan besarnya mudarat yang akan terjadi ketika kelahiran itu tiba maka dibolehkan memakai metode lain dengan tetap menjaga aturan syariat.
Pandangan Hukum Islam tentang Kewarisan Anak dalam Kandungan Aswar Aswar; Ahmad Nuh
Al-Azhar Islamic Law Review VOLUME 3 NOMOR 2, 2021
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan hukum Islam tentang kewarisan anak dalam kandungan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan data yang dihimpun dari berbagai sumber kepustakaan dengan pendekatan normatif yuridis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kedudukan anak dalam kandungan terhadap harta warisan dalam hukum Islam, sangat ditentukan pada dua syarat yang harus dipenuhi, yaitu hendaklah dia terbukti ada dalam keadaan hidup ketika orang yang memberi warisan meninggal, dengan cara memperhatikan batasan minimal dan maksimal kandungan. Syarat kedua adalah hendaklah anak dalam kandungan tersebut dilahirkan dalam keadaan hidup minimal beberapa menit setelah kelahirannya ditandai dengan adanya jeritan dan gerakan. Sedangkan Pembagian harta warisan bagi anak dalam kandungan berdasarkan hukum Islam, dapat dilakukan dengan dua cara pula, yaitu menunggu sampai kelahiran bayi tersebut nyata atau membagikan harta warisan tersebut tanpa menunggu kelahiran bayi tersebut, dengan cara menangguhkan bagian terbanyak bagi si janin apabila dia masuk dalam salah seorang ahli waris.
Peran BP4 dalam Mencegah Perceraian melalui Bimbingan Pranikah di KUA Aswar Aswar; Abdul Rahman Sakka; Safaruddin Safaruddin; Andi Magvirah
Al-Azhar Islamic Law Review VOLUME 4 NOMOR 1, 2022
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran BP4 dalam mencegah perceraian melalui bimbingan pranikah di KUA Kecamatan Samturu. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat kualitatif deskriptif, dengan data yang dihimpun dari hasil wawancara dengan narasumber dan dokumen-dokumen yang diperoleh dari tempat penelitian dengan menggunakan pendekatan normatif sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses bimbingan pranikah yang dilaksanakan BP4 di KUA Kecamatan Samaturu telah sesuai dengan aturan yang berlaku, mulai dari memeriksa kelengkapan berkas sampai dengan pemberian materi bimbingan pranikah, akan tetapi kurang efektif pengaruhnya bagi para peserta dikarenakan tidak adanya lembaga atau ahli dalam pemberian materi tentang psikologi perkawinan, kesehatan, dan reproduksi sehat yang menguasai langsung materi tersebut. Sedangkan keadaan kasus perceraian di Kecamatan Samaturu setelah mengikuti bimbingan pranikah meningkat pada tahun 2020 ke tahun 2021 sebagaimana hasil data yang didapatkan dari tahun 2020 sebanyak 22 kasus dengan jumlah yang telah mengikuti bimbingan pranikah sebanyak 6 orang (27%) dan tahun 2021 sebanyak 25 kasus dengan Jumlah yang telah mengikuti bimbingan sebanyak 13 orang (54%).