Wahyudi Wahyudi
IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODEL PENDIDIKAN TOLERANSI BERAGAMA BERBASIS LOCAL CULTURE DI DAERAH MINORITAS MUSLIM BUNGAYA BABENDEM KARANG ASEM BALI Suparta Suparta; Wahyudi Wahyudi; Mubaidi Sulaeman
Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan Vol. 16 No. 02 (2025): Vol 16 No 2 (2025) : Islamic Moderation
Publisher : Faculty of Da’wa and Islamic Communication, State Institute for Islamic Studies of Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/7w9hvq42

Abstract

Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini mengenai toleransi beragama berbasis budaya lokal dan Muslim minoritas di Bali. Kabupaten Karangasem Provinsi Bali luput dari pengkajian akademik lebih mendalam dan tertelan oleh popularitas Bali sebagai paradise for tourists, padahal dengan segala keeksotisannya ternyata Provinsi Bali menyimpan beragam fakta sebagai kawasan yang multi-religious. Penduduknya mayoritas memeluk agama hindu sedangkan Islam, Kristen Protestan, khatolik, Budha, dan agama lainnya adalah minoritas. Tujuan Penelitian ini yakni berupaya mengetahui secara mendalam tentang toleransi beragama berbasis budaya lokal di daerah muslim minoritas Bungaya Babendem karangasem Bali. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif-deskripsif dengan pendekatan fenomenologis Penelitian yang orientasinya pada penekanan pertanyaan tentang eksistensi para pemuka agama dan Kepala madrasah di wilayah muslim minoritas dalam menjalankan dan menerapkan model Pendidikan toleransi baik kepada Masyarakat maupun kepada para peserta didiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai model toleransi beragama yang dipraktikkan oleh minoritas Muslim di Bungaya, Bali, dengan menekankan pentingnya saling menghormati dan memahami di antara berbagai agama dan latar belakang sosial. Para pemimpin masyarakat dan tokoh agama secara aktif mempromosikan kerukunan antaragama melalui praktik budaya bersama dan rasa saling menghormati, sehingga mendorong hidup berdampingan secara damai antara masyarakat Hindu dan Muslim