Sri Temu
Dosen Universitas An Nuur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Sdr. A DENGAN FOKUS INTERVENSI PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENURUNKAN NYERI KEPALA PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT PERMATA BUNDA PURWODADADI Octa Lorenza; Suryani; Sri Temu
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 9 No 01 (2024): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Tekanan yang tinggi pada peredaran darah atau bisa disebut hipertensiadalah keadaan suatu tekanan pada sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan pada peredarandarah diastolik lebih dari 90mmHg ditemukan keluhan yang utama berupa nyeri kepalabagian belakang. Angka kejadian hiertensi pada angka 1.13 miliar orang yang diprediksi akanbertambah menjadi 1.5 miliar orang pada tahun 2025. Diestimasikan sebanyak 63.309.620orang dengan usia >18 tahun Di Indonesia mengalami hipertensi. Prevalensi hipertensi diIndonesia pada tahun 2018 angka ini mengalami peningkatan yang cukup signifikansebanyak 64,9% (Istyawati et al. 2020). Tujuan : Memberikan Asuhan Keperawatan padaTn/Ny. X dengan Fokus Intervensi pemberian Teknik Relaksasi Nafas Dalam untukmenurunkan Nyeri Kepala pada pasien Hipertensi di Rumah Sakit Permata BundaPurwodadi. Metodologi : Rancangan yang digunakan rancangan kuantitatif deskriptif dengan rancanganstudy kasus. Subyek dalam studi kasus ini yaitu pasien hipertensi yang menjalani perawataninap di Rumah Sakit Permata Bunda. Hasil : Peneliti mengidentifikasi bahwa setelah diberikan tindakan teknik relaksasi nafasdalam selam 3 hari 2 kali setiap pagi dan siang dan saat nyeri timbul nyeri bagian tengkukberkurang setiap harinya turun 1 point adanya perubahan skala nyeri dari skala 6 menjadiskala 3. Kesimpulan : Tindakan teknik relaksasi nafas dalam mampu membantu menurunkan skalanyeri kepala pada pasien hipertensi . dari tiga kali pengukuran didapatkan hasil penurunanskala nyeri.
PENERAPAN INTERVENSI DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) DALAM PERAWATAN MANDIRI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN ULKUS Sutiyono; Muhammad Makmun; Wahyu Riniasih; Sri Temu; riska Indrayanti
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 01 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah di atas normal dimana penyebabnya adalah kerusakan pada sekresi insulin, fungsi insulin, atau keduanya (Habibah et al., 2019). Prevalensi diabetes melitus di Kabupaten Grobogan pada tahun 2023 adalah sebanyak 14.457 kasus atau 64,42% dengan sasaran 23.161 pasien. Tujuan penelitian adalah memberikan intervensi Diabetes Self Management Education (Dsme) Dalam Perawatan Mandiri Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Dengan Ulkus. Metode : Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif interaktif. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus. Fokus studi karya tulis ilmiah ini adalah penelitian ini berfokus pada pengelolaan asuhan keperawatan keluarga dengan penerapan metode Diabetes Self Management Education (DSME) dalam penerapan mandiri pasien diabetes melitus tipe II dengan ulkus. Hasil : Setelah dilakukan evaluasi pada tanggal 16 Juni 2024 didapatkan data subyektif Ny. P mengatakan sudah tidak terlalu sering buang air kecil saat malam hari, buang air kecil 1 kali, lapar berkurang dan haus berkurang, pandangan tidak kabur, tidak merasa lelah, serta kesemutan hilang, Ny. P mengatakan sering minum berkurang dan buang air kecil berkurang. Ny. P mengatakan lukanya sudah bersih dan lebih merasa nyaman. Data Obyektif GDS 150 mg/dl, Ny. P tampak lebih segar dan sehat, Input kurang lebih 2000 ml, output kurang lebih 2000, Luka Ny. P tampak bersih. Data tersebut sudah sesuai dengan kriteria hasil menurut (Herdman & Kamitsuru, 2018) yaitu kadar gula dalam darah berkurang atau normal dan tanda- tanda hiperglikemi berkurang. Penulis memiliki planning keperawatan yaitu pertahankan intervensi dimana intervensi yang harus dipertahankan adalah observasi kadar gula dalam darah dan melakukan perawatan luka secara mandiri. Adapun alasan penulis mempertahankan intervensi tersebut karena berdasarkan evaluasi menunjukan mencapai kriteria hasil yang sudah ditentukan.
HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KEKAMBUHAN SKIZOFRENIA PARANOID DI RSJD DR AMINO GONDOHUTOMO PROVINSI JAWA TENGAH Suryani; Rahmawati; Sri Temu; Choirul Bagas Pradana
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 01 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang ; World Health Organization (WHO) tahun 2018, menuliskan terdapat satu dari empat orang didunia yang mengalami masalah mental, dan saat ini sekitar 450 juta orang diseluruh dunia mengalami gangguan jiwa skizofrenia paranoid. Data Riskesdas 2018, Di Indonesia prevalensi gangguan jiwa berat atau skizofrenia paranoid atau psikosis mencapai sekitar 6,7 %. Kasus skizofrenia/psikosis terbanyak diduduki oleh provinsi Bali (11,1 %) pada urutan pertama, selanjutnya daerah Istimewa Yogyakarta (10,4 %), Nusa Tenggara Barat (9,6 %), Sumatera Barat (9,1 %), Sulawesi Selatan (8,8 %), dan Aceh (8,7 %). Pada hasil penelitian lebih dari separuh dari responden tidak patuh minum obat yang mempunyai kekambuhan tinggi (67.8%). (Yudistira dkk,2020) Metodologi; Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, point time approach, dengan teknik pengambilan sampel probability sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 36 responden. Hasil ; Hasil penelitian didapatkan nilai p value 0.003 yang berarti p value < 0.05. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara kepatuhan minum obat dengan kekambuhan skizofrenia paranoid di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah.. Kesimpulan; Ada hubungan antara kepatuhan minum obat dengan kekambuhan skizofrenia paranoid di RSJD Dr. Amino gondohutomo Provinsi Jawa Tengah.