Penggunaan kemasan plastik konvensional yang terus-menerus menimbulkan masalah lingkungan karena sulit terurai secara alami. Bioplastik merupakan salah satu alternatif yang berbasis bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menentukan perlakuan terbaik pengaruh jenis plasticizer (minyak jarak dan asam stearat) serta konsentrasi selulosa 0,5%, 1%, dan 1,5% (w/v) terhadap karakteristik bioplastik pati singkong–karagenan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama adalah jenis plasticizer (P) yang terdiri atas dua jenis, yaitu minyak jarak (P1) dan asam stearat (P2). Faktor kedua adalah konsentrasi selulosa (F) yang terdiri atas tiga taraf, yaitu 0,5%, 1%, dan 1,5% (w/v). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode Analysis of Variance (ANOVA). Apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh yang signifikan (P < 0,05), maka dilanjutkan dengan uji lanjutan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis plasticizer dan konsentrasi selulosa berpengaruh nyata terhadap nilai kuat tarik, perpanjangan saat putus, elastisitas, ketahanan air, dan ketebalan namun tidak berpengaruh nyata terhadap nilai WVTR. Kombinasi minyak jarak dengan selulosa 0,5% (w/v) (P1F1) menghasilkan nilai kuat tarik tertinggi (15,1 MPa) dan elastisitas (412,1 MPa), sedangkan asam stearat dengan selulosa 0,5% (w/v) (P2F1) memberikan perpanjangan saat putus tertinggi (12,4%) dan WVTR terendah (2,13 g/m²/hari). Kesimpulannya, perlakuan jenis plasticizer minyak jarak dengan konsentrasi selulosa 0,5% (w/v) adalah kombinasi terbaik untuk bioplastik ramah lingkungan dengan sifat mekanik terbaik dalam penelitian ini.