Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman pangan utama di dunia, khususnya di Asia. Menurut data Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, lebih dari 3 miliar orang mengandalkan padi sebagai sumber utama karbohidrat. Tingkat kesuburan tanah sawah penting untuk diketahui guna mencegah kekurangan nutrisi ketersediaan unsur hara seperti Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K), serta parameter penting lainnya seperti Electrical Conductivity (EC) dan derajat keasaman (pH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sebaran spatio-temporal kadar N P K EC pH Akibat Pengaplikasian Jerami Padi (Oryza Sativa. L) Terfermentasi. Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Teknologi Pertanian, Desa Jegu, Penebel, Tabanan. Metode penelitian menggunakan enam kombinasi perlakuan, yaitu kombinasi lama fermentasi (1, 2, dan 3 Minggu) dan dosis Trichoderma (1 dan 2 Dosis standar), masing-masing diulang tiga kali. Penelitian ini menggunakan analisis spasial dan temporal. Data hasil pengukuran menggunakan soil sensor akan dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan QGIS dengan metode interpolasi Kriging. Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan 1 Dosis 3 Minggu fermentasi (1D3M) menunjukkan hasil yang lebih baik dalam menjaga beberapa parameter kesuburan tanah. Kadar (N) menunjukkan peningkatan total sebesar 8 mg/kg. Kadar (P), peningkatan total sebesar 37 mg/kg. Kadar (K), peningkatan total sebesar 32 mg/kg, dan Kadar (EC) peningkatan total sebesar 74 µS/cm. Sementara itu, parameter pH pada semua perlakuan, termasuk kontrol, berhasil dipertahankan dalam kisaran ideal untuk pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan jerami padi terfermentasi dengan inokulan Trichoderma. mengalami perubahan peningkatan kadar N P K EC pH selama masa tanam berlangsung selama dua periode.