Salah satu tindakan yang dilakukan setelah panen jagung adalah pengeringan, yang dilakukan untuk mempertahankan kualitas jagung dan memperpanjang masa penyimpanan. Karena jagung tidak terpengaruh oleh cuaca, pengering mekanis vertikal adalah cara terbaik untuk mengeringkannya. Untuk memperbaiki kekurangan dari rancangan alat sebelumnya, modifikasi dilakukan. Kekurangan ini termasuk kehilangan energi yang signifikan karena bahan yang digunakan memiliki rongga dan kurang praktis karena tidak ada tempat untuk mengeluarkan jagung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan dan mengubah perangkat pengering vertikal untuk proses pengerigan. Selain itu, untuk mengetahui seberapa efektif dan efisien pengeringan jagung menggunakan pengering mekanis dan pengering konvensional. Metode yang digunakan termasuk perubahan pada rancangan fungsional dan struktural unit kerangka, ruang pengering, ruang pemanas, alat kontrol suhu, dan sistem blower. Pada ruang pengering, material yang digunakan diubah untuk mengurangi kehilangan energi, dan ruang pengeluaran jagung ditambahkan untuk kinerja alat yang lebih efisien. Parameter yang diuji termasuk waktu pengeringan, kadar air awal dan akhir, kualitas jagung pipil setelah pengeringan, dan analisis efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pengering mekanis vertical dryer mampu mengurangi waktu pengeringan dibandingkan dengan metode konvensional, dengan kadar air akhir mencapai 14%+ 1%bb yang memenuhi standar penyimpanan. Selain itu, kualitas jagung pipil yang dikeringkan menggunakan vertical dryer memiliki kualitas yang lebih bagus karena terhindar dari kontaminasi debu dan factor external. Alat pengering mekanis vertical dryer merupakan alternatif yang lebih efektif dan efisien untuk pengeringan jagung pipil dibandingkan dengan metode konvensional, terutama dalam hal waktu dan kualitas hasil pengeringan.