Bimbing Kalvari
Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Respons Gereja terhadap Dampak Pandemi Covid-19 melalui Focus Group Discussion dan Lingkar Pastoral Bimbing Kalvari; Sudianto; Idrus Sasirais
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2024): Respons, Pembinaan, dan Penguatan Spiritualitas Warga Gereja dalam Konteks yang T
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat dan pelayanan gereja. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dampak pandemi COVID-19 di Resort GKE Buntoi Penda Alai, Kalimantan Tengah serta merumuskan respons gereja yang tepat melalui penerapan focus group discussion (FGD) dan lingkar pastoral. Penelitian kualitatif ini melibatkan pendeta, penatua, diakon dan jemaat dari 5 jemaat di Resort GKE Buntoi Penda Alai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi berdampak pada penurunan kehadiran jemaat dalam ibadah, penurunan pemasukan gereja, keterbatasan interaksi sosial, kesulitan ekonomi bagi sebagian jemaat, gangguan pendidikan anak, dan ketakutan psikologis. Di sisi lain, terjadi peningkatan kesadaran kesehatan dan kebersihan. Respons gereja direncanakan melalui optimalisasi kunjungan pastoral, penguatan pengajaran doa bagi anak, pendampingan khusus bagi lansia, serta penyesuaian bertahap kebiasaan lama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan FGD dan lingkar pastoral efektif membantu gereja merumuskan respons yang tepat dan strategis terhadap berbagai perubahan sosial akibat pandemi COVID-19.
Dekolonialisasi Peribadatan di Resort GKE Puruk Cahu: Menuju Peribadatan yang Kontekstual dan Relevan: Menuju Peribadatan yang Kontekstual dan Relevan Idrus Sasirais; May Linda Sari; Tahan Mentria Cambah; Sudianto; Bimbing Kalvari
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Dekolonialisasi, Kontekstualisasi Peribadatan dan Pembinaan Kaum Muda
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakArtikel ini merupakan hasil pengabdian kepada masyarakat melalui Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di Resort GKE Puruk Cahu pada 7 September 2024. Penelitian ini mengkaji upaya dekolonialisasi dalam praktik peribadatan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) untuk menciptakan model ibadah yang kontekstual dan mampu menjawab tantangan zaman. Dengan pendekatan kualitatif berbasis diskusi kelompok, kajian ini mengidentifikasi warisan kolonial dalam praktik peribadatan, menganalisis pengaruh denominasi lain, serta merumuskan strategi konkret menuju peribadatan yang lebih relevan dengan konteks budaya dan kebutuhan spiritual masyarakat Kalimantan.
Dekolonialisasi Peribadatan GKE di Resort GKE Banjarmasin: Menjaga Identitas Teologis dalam Menghadapi Tantangan Kontemporer: Menjaga Identitas Teologis dalam Menghadapi Tantangan Kontemporer Sanon Sanon; Keloso S. Ugak; Gabriella Tara Yohanessa; Sudianto; Bimbing Kalvari
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2025): Dekolonialisasi, Kontekstualisasi Peribadatan dan Pembinaan Kaum Muda
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Focus Group Discussion (FGD) tentang dekolonialisasi peribadatan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) yang dilaksanakan di Gereja GKE Eben Ezer Banjarmasin. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur-unsur peribadatan GKE yang tidak relevan dan menghambat pertumbuhan iman jemaat, menggali kekayaan budaya dan spiritualitas lokal, serta merumuskan strategi konkret menuju peribadatan GKE yang mampu menjawab tantangan zaman. Dengan metode FGD yang melibatkan 50 peserta dari berbagai jemaat di Resort GKE Banjarmasin, kegiatan ini berhasil mengidentifikasi tujuh isu utama seputar peribadatan GKE kontemporer: warisan zending, pengaruh denominasi lain, karakteristik ibadah yang ideal, kebutuhan gereja yang ramah disabilitas dan lansia, peluang gereja online, faktor penghambat dalam ibadah, dan perbedaan preferensi ibadah lintas generasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa warga jemaat mengharapkan adanya perubahan dalam peribadatan GKE agar tetap relevan dengan konteks kekinian, namun tetap mempertahankan identitas GKE. Penemuan ini membawa implikasi penting bagi pengembangan model peribadatan GKE yang kontekstual serta program pendidikan dan pembinaan bagi petugas dan warga jemaat.
Penguatan Literasi Alkitab dan Teologi Pluralitas melalui Kursus Teologi Warga Gereja di Resort GKE Tabalong Bimbing Kalvari; Enta Malasinta Lantigimo
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): Pengembangan Kapasitas Jemaat dan Pemberdayaan Sosial Berbasis Konteks Lokal
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article presents the outcomes of the Church Members’ Theology Course (Kursus Teologi Warga Gereja, KTWG) held at the GKE Tabalong Resort on February 22, 2025. The program centered on two primary themes: “Introduction to the Old Testament” and “The Theology of Religious Pluralism,” involving 42 participants from diverse church backgrounds. Employing participatory methods such as interactive lectures, group discussions, observation, and evaluation, the course aimed to enhance biblical literacy and contextual understanding of religious pluralism. The results indicate a significant improvement in participants’ comprehension of the historical and structural dimensions of the Old Testament, as well as their theological reflection skills in responding to Indonesia’s religious diversity. This article underscores the importance of locally contextualized theological education in enhancing the foundations of faith and promoting the church’s role in fostering harmonious communities.