I Nyoman Sucipta
Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia .

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BEBAN KERJA DAN KELELAHAN PETANI ANGGUR PADA PENGGEMBURAN TANAH DENGAN CANGKUL TIPE MATA BERBEDA Kadek Asih Yuliantini; I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara; Ida Ayu Gede Bintang Madrini; I Nyoman Sucipta
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 14 No 2 (2026): INPRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Banyupoh, Kabupaten Buleleng, merupakan wilayah agraris dengan komoditas unggulan anggur hitam yang proses budidayanya masih banyak dilakukan secara manual, terutama pada tahap penggemburan tanah. Aktivitas ini berpotensi menimbulkan beban kerja fisik dan mental yang tinggi serta meningkatkan risiko kelelahan petani akibat penggunaan alat kerja yang kurang ergonomis. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan beban kerja fisik, beban kerja mental, dan tingkat kelelahan petani anggur pada kegiatan penggemburan tanah secara manual menggunakan cangkul tipe mata datar dan cangkul tipe mata garpu di Desa Banyupoh, Bali. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain quasi-experiment posttest-only control group design. Sebanyak 30 petani dijadikan responden dan dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan tipe cangkul yang digunakan. Beban kerja fisik diukur menggunakan Cardiovascular Load (%CVL), beban kerja mental menggunakan NASA–Task Load Index (NASA-TLX), dan tingkat kelelahan menggunakan Fatigue Severity Scale (FSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkul tipe mata datar menghasilkan beban kerja fisik, beban kerja mental, dan tingkat kelelahan yang lebih tinggi dibandingkan cangkul tipe mata garpu, dengan nilai rata-rata %CVL 47,59% dan 36,67%, skor NASA-TLX 71,16 dan 67,02, serta skor FSS 49,1 dan 38,9. Uji independent samples t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan pada ketiga variabel (p < 0,05). Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan alat pertanian yang ergonomis untuk menurunkan beban kerja dan kelelahan serta meningkatkan kesehatan dan produktivitas petani.