Kemajuan teknologi telah menghantarkan perubahan dalam segala aspek kehidupan manusia. Bahkan sampai melahirkan sebuah masyarakat baru yang bernama cyber society atau masyarakat maya. mereka sangat terbuka dengan perubahan dan kemajuan yang ada. Mereka punya karakteristik dan life style yang berbeda dengan masyarakat biasa. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya lebih mengandalkan media media modern yang serba canggih dan instan sebagai solusinya. Termasuk di dalamnya adalah pemenuhan informasi tentang pengtahuan keagaamaan mereka. Tidak bisa dipungkiri bahwa keanekaragaman dan karateristik masyarakat yang berbeda membuat media dakwah yang dipakai oleh seorang dai menjadi berbeda pula. hal ini dilakukan agar nilai nilai Islam bisa tersampaikan secara efektif kepada mad’u. Terkhusus dakwah di kalangan cyber society atau masyarakat maya akan sangat berbeda dengan dakwah di masyarakat pada umumnya. Dalam tulisan ini penulis membahas tentang media dakwah cyber society atau masyarakat maya. Dimana pada umumnya cyber society adalah masyarakat berpendidikan, mapan dan memiliki gaya hidup yang serba modern. Hal itu menjadikan mereka cenderung individualis. Dengan latar belakang pendidikan yang tinggi menjadikan wawasan mereka luas dan rasional. Sehingga seorang dai yang berdakwah dikalangan mereka harus memiliki kemampuan yang cukup. Baik itu kemampuan terkait keilmuan secara umum maupun kemampuan dan penguasaan media dakwah sesuai dengan “tempat tinggal” cyber society. Adapun simpulan dari tulisan ini diantaranya adalah media dakwah untuk cyber society perlu menggunakan media yang mereka sudah terbiasa dan familar dengannya. Diantaranya yaitu dengan menggunakan media modern yang berupa dakwah lewat media massa, media social dan serba serbi yang ada di dalam alam maya dengan kecanggihan yang menyertainya. Misalnya seperti televisi, dakwah lewat media radio, situs web, youtube, instagram, tiktok, facebook, X dan lain sebagainya. Hal itu dilakukan karena hampir seluruh aktifitas masyarakat maya atau cyber society sangat erat kaitannya dengan media tersebut. Lebih khusus lagi yaitu dakwah lewat media media sosial dan serba serbi di dalamnya. Selain itu juga kegiatan dakwah untuk masyarakat maya harus dibuat semenarik mungkin. Baik itu terkait masalah performance, pemilihan tempat dan tidak kalah penting adalah media yang digunakan dalam berdakwah. Semuanya kegiatan dakwah harus dikemas atau diseting agar layak dan menarik untuk dinikmati di media maya. Dengan begitu diharapkan kegiatan dakwah akan tetap efektif dan bisa diterima oleh cyber society atau mayarakat maya.