Riri Afrilia
Universitas PGRI Silampari

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inventarisasi Kupu-Kupu (Lepidoptera) sebagai Indikator Kondisi Habitat di Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara Dea Najla Afifah Afifah; Anisa Aprila; Riri Afrilia; Destien Atmi Arisandy
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kupu-kupu merupakan serangga yang mengalami metamorfosis sempurna dengan tahap telur, larva, pupa, hingga imago. Kupu-kupu berperan penting dalam ekosistem sebagai penyerbuk serta bioindikator kualitas lingkungan. Keberadaan dan keragaman kupu-kupu sangat dipengaruhi oleh kondisi habitat seperti ketersediaan tumbuhan pakan, suhu, kelembapan, dan vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis kupu-kupu serta mengkaji potensinya sebagai indikator kondisi habitat di Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara. Penelitian dilakukan pada 23 Mei 2026 pukul 09.00–11.00 WIB menggunakan metode jaring penangkap pada beberapa titik pengamatan. Spesimen yang diperoleh kemudian diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi untuk menentukan jenis dan familinya. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 18 jenis kupu-kupu yang termasuk dalam 5 famili, yaitu Lycaenidae, Nymphalidae, Papilionidae, Pieridae, dan Riodinidae. Famili Nymphalidae menjadi yang paling dominan. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi habitat di Karang Dapo masih cukup baik dan mendukung kehidupan kupu-kupu, sehingga dapat digunakan sebagai indikator kualitas lingkungan.
Eksplorasi Pemanfaatan Tumbuhan Beracun Di Suku Melayu Riri Afrilia; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etnobotani merupakan ilmu yang mempelajari tumbuhan dan interaksi antara manusia dan sumber daya tumbuhan yang bisa digunakan oleh manusia. Masyarakat di Kabupaten Musi Rawas Utara (MURATARA) tepatnya di Desa Muara Batang Empu adalah suku Melayu yang memanfaatkan tumbuhan beracun sebagai obat tradisional, dan ada juga yang memanfaatkan tumbuhan beracun sebagai bahan pangan setelah melalui proses pengolahan khusus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tanaman beracun yang digunakan sebagai obat dan bahan pangan. Pengambilan data dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan dan wawancara dengan masyarakat. Hasil dari penelitian ditemukan sebanyak 20 spesies tumbuhan beracun, yaitu: jarak pagar, kecubung, gadung, bintaro, upas, mengkudu hutan, tuba, saga rambat, oleander, keladi, kecubung gunung, singkong pasti, jarak kepyar, tembel ikan, bidari, pakis haji, andong merah, pong-pong, mahkota dewa, dan talas liar. Bagian-bagian tumbuhan yang digunakan sebagai racun yaitu berupa kulit batang, daun, biji, getah, buah, dan umbi yang diolah secara tradisional dengan cara ditumbuk, dikeringkan, direbus, diiris tipis, atau langsung pada bagian yang masih segar dipakai untuk berburu dan membunuh serangga dan ikan.