Dinda Dwi Putri Dinanti
Universitas PGRI Silampari

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Tumbuhan Berpotensi Pangan Pada Suku Musi Di Desa E Wonokerto Della Tri Utami; Dinda Dwi Putri Dinanti; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan yang berpotensi sebagai bahan pangan adalah segala jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan manusia sebagai sumber makanan. Namun, pemanfaatan tumbuhan pangan di Desa E Wonokerto masih belum optimal karena masyarakat cenderung memanfaatkan bagian tertentu seperti buah, daun, dan biji sementara bagian lain yang juga berpotensi sebagai sumber pangan masih kurang dimanfaatkan. Selain itu, pengetahuan mengenai tumbuhan pangan lokal juga mulai berkurang seiring dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan pangan yang dimanfaatkan masyarakat serta bagian tumbuhan yang paling sering digunakan di Desa E Wonokerto. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara dengan masyarakat setempat. Data dianalisis secara kualitatif berdasarkan jenis tumbuhan pangan, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, serta pemanfaatannya dalam kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 jenis tumbuhan dari berbagai famili yang dimanfaatkan sebagai pangan. Pada Desa E Wonokerto mayoritas masyarakat membudidayakan tumbuhan dari famili Poaceae seperti padi dan jagung. Padi (Oryza sativa) merupakan komoditas utama yang paling banyak dibudidayakan oleh masyarakat sebagai makanan pokok dan sumber mata pencaharian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan pangan lokal memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan masyarakat dan masih perlu ditingkatkan lagi agar potensi setiap bagian tumbuhan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dalam kehidupan masyarakat.
Inventarisasi Jenis Belalang (Ordo Orthoptera) pada Ekosistem Persawahan di Kelurahan Marga Rahayu, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan Dinda Dwi Putri Dinanti; Della Tri Utami; Meida Anggelina Aulia Fitri; Veni Nurhidaya; Destien Atmi Arisandy
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belalang merupakan kelompok serangga dari ordo Orthoptera yang banyak dijumpai pada berbagai tipe habitat, salah satunya pada area persawahan. Keberadaan belalang di area persawahan dipengaruhi oleh ketersediaan vegetasi, kondisi lingkungan, dan aktivitas manusia di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi spesies belalang yang ditemukan di kawasan persawahan Marga Rahayu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survei lapangan. Pengamatan dilakukan pada dua area persawahan, yaitu Area A seluas 1 hektar atau 10.000 m² (100 m × 100 m) dan Area B seluas 1.5 Hektar atau 15.000m². Pengambilan sampel dilakukan menggunakan jaring serangga (sweep net) dan pengamatan langsung pada vegetasi yang terdapat di lokasi penelitian, serta pengambilan foto belalang dengan kamera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak empat spesies belalang yang tergolong ke dalam dua famili, yaitu famili Acrididae yang terdiri atas Oxya chinensis, Acrida cinerea, dan Valanga nigricornis. Famili Pyrgomorphidae hanya ditemukan satu spesies, yaitu Atractomorpha crenulata. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah Oxya chinensis . Keberadaan berbagai spesies belalang di kawasan persawahan Marga Rahayu menunjukkan bahwa habitat persawahan masih mendukung kehidupan belalang sebagai salah satu komponen penting dalam ekosistem.