Reynaldi Reynaldi
STISIP Bina Putera Banjar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTIFIKASI LEAKAGE POINT DALAM FUNNEL DIGITAL MARKETING UNTUK MENINGKATKAN CUSTOMER ACQUISITION: (Studi Kasus UD. Palet Mekar Galuh Kota Banjar) Reynaldi Reynaldi; Yogi Sugiarto Maulana; Dara Siti Nurjanah
Jurnal Ilmu Administrasi dan Bisnis Vol 24 No 02 (2026): Jurnal Administrasi Bisnis (JABis)
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis, UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jurnaladmbisnis.v24i02.16959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dan efektivitas implementasi funnel digital marketing, mengidentifikasi titik kebocoran (leakage points) utama yang terjadi sepanjang proses pemasaran, serta merumuskan strategi optimalisasi yang tepat guna meningkatkan customer acquisition pada UD. Palet Mekar Galuh Kota Banjar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, dokumentasi internal, serta wawancara mendalam dengan 8 informan kunci yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi funnel digital marketing pada UD. Palet Mekar Galuh telah berjalan pada aspek pemanfaatan Facebook dan Tiktok, namun belum dikelola secara optimal dan terstruktur. Kebocoran funnel digital marketing teridentifikasi pada seluruh tahapan (awareness, consideration, dan conversion), dengan titik kebocoran paling signifikan dan dominan berada pada tahap transisi dari consideration menuju conversion. Kebocoran ini disebabkan oleh kurangnya rincian informasi mengenai spesifikasi produk di platform digital, penentuan harga yang ditawarkan dan biaya pengiriman jarak jauh yang belum kompetitif, serta sistem pelayanan data operasional yang masih dilakukan secara manual sehingga memperlambat kecepatan respon (responsiveness). Untuk mengoptimalkan customer acquisition, strategi yang direkomendasikan mencakup penjadwalan konten edukatif secara konsisten pada tahap awareness, pengembangan katalog digital terstruktur dan website profil sederhana pada tahap consideration, serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan digital responsif pada tahap conversion.