Abstrak Identitas budaya lokal Sawahlunto yang terbentuk dari sejarah pertambangan batubara memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sumber penciptaan motif batik. Griya Batik Arang mentransformasi berbagai situs dan arsitektur tambang batubara menjadi motif batik yang merepresentasikan identitas budaya Kota Sawahlunto. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses transformasi motif Batik Arang, makna filosofis, dan makna simbolis di Griya Batik Arang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data : observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi digunakan sebagai uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat transformasi identitas budaya lokal dilakukan melalui identifikasi situs dan arsitektur tambang batubara dan diproses pengolahan motif untuk menjadi motif Batik Arang. Proses transformasi tersebut menghasilkan motif yang tidak hanya mengalami perubahan dari objek nyata menjadi motif batik, tetapi juga makna filosofis dan simbolis yang berkaitan dengan sejarah pertambangan Batubara Kota Sawahlunto. Abstract The local cultural identity of Sawahlunto shaped by the history of coal mining, has the potential to be developed into a source for creating batik motifs. Griya Batik Arang transforms various coal mine sites and architecture into batik motifs that represent the cultural identity of the city of Sawahlunto. This research aims to describe the process of transforming Arang Batik motifs, their philosophical meanings, and symbolic meanings at Griya Batik Arang. The research uses a qualitative method with an ethnographic approach. Data were obtained thru primary and secondary data with data collection techniques: observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted interactively thru data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Triangulation is used as a test of data validity. The research results show that there is a transformation of local cultural identity carried out thru the identification of coal mining sites and the processing of motifs to become Charcoal Batik motifs. The transformation process produces motifs that not only undergo a change from real objects to batik motifs but also carry philosophical and symbolic meanings related to the history of coal mining in Sawahlunto City.