Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis DRPs Dengan Diagnosa Kejang Demam Pasien Rawat Inap Anak di RSUD X Periode Januari 2023 - Desember 2025 Heni Sintia Apriliyanti; Dede Handika; Tri Yanuarto
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2026): AGUSTUS
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i3.121

Abstract

Kejang demam merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada kelompok anak dan memerlukan terapi yang tepat untuk mencegah komplikasi. Ketidaksesuaian penggunaan obat dapat menyebabkan Drug Related Problems (DRPs) yang berdampak pada keberhasilan terapi. Penelitian bertujuan untuk menentukan angka kejadian serta kategori DRPs pada pasien anak dengan diagnosis kejang demam di RSUD X periode Januari 2023–Desember 2025. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien Sampel penelitian diperoleh dengan teknik purposive sampling sebanyak 80 pasien yang termasuk dalam kriteria inklusi. Analisis DRPs dilakukan sesuai dengan klasifikasi Cipolle dan hasil penelitian dipaparkan secara deskriptif dalam bentuk tabel disertai distribusi persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 13 dari 80 pasien (16,25%) mengalami DRPs, sedangkan 67 pasien (83,75%) tidak mengalami DRPs. Kategori DRPs yang ditemukan yaitu dosis obat terlalu rendah sebanyak 11 pasien (13,75%) dan dosis berlebih sebanyak 2 pasien (2,50%). Tidak ditemukan kejadian DRPs kategori obat tanpa indikasi maupun butuh tambahan obat (0%). Paracetamol merupakan obat yang digunakan pada seluruh pasien (100%), sedangkan diazepam diberikan pada 67 pasien (83,8%).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Sikap Orang Tua Dengan Kepatuhan Obat Cacing Balita di Puskesmas Y Rosi Ananda; Dede Handika; Gina Lestari
Jurnal Entitas Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2026): NOVEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jek.v1i4.134

Abstract

Kecacingan berupa masalah kesehatan yang dapat memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Pemberian obat cacing secara berkala memerlukan keterlibatan orang tua karena orang tua berperan dalam memastikan obat diberikan kepada balita sesuai anjuran. Tujuan penelitian ini guna mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap orang tua dengan kepatuhan pemberian obat cacing pada balita di Puskesmas Y. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Responden berjumlah 84 orang tua yang memiliki balita usia 2–5 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan kepatuhan, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square atau Fisher's Exact Test. Pengetahuan kategori baik sebanyak 42 (50,0%), sikap kategori sangat baik sebanyak 59 (70,2%), dan kepatuhan baik sebanyak 61 (72,6%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan (p=0,002). Terdapat pula hubungan signifikan antara sikap dan kepatuhan (p=0,002).
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP ORANG TUA TERHADAP KEPATUHAN PEMBERIAN OBAT CACING PADA BALITA DI PUSKESMAS X Dede Handika; Rosi Ananda; Gina Lestari
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.62916

Abstract

Kecacingan merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Pemberian obat cacing secara berkala memerlukan keterlibatan orang tua karena orang tua berperan dalam memastikan obat diberikan kepada balita sesuai anjuran. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap orang tua dengan kepatuhan pemberian obat cacing pada balita di Puskesmas X. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Responden berjumlah 86 orang tua yang memiliki balita usia 2–5 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan kepatuhan, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square atau Fisher’s Exact Test. Pengetahuan kategori baik sebanyak 32 (37,2%), sikap kategori tertinggi sebanyak 45 (52,3%), dan kepatuhan baik sebanyak 41 (47,7%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan (p=0,001). Tidak terdapat hubungan signifikan antara sikap dan kepatuhan (p=0,107).