Agus Munandar
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Esa Unggul, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gig Economy di Indonesia: Analisis Dampak terhadap Kesejahteraan Pekerja dan Implikasi Kebijakan Royhisar Martahan Simanungkalit; Sapto Jumono; Muhammad Fachruddin Arrozi; Agus Munandar
Kompak :Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi Vol. 19 No. 1 (2026): Kompak : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/kompak.v19i1.3625

Abstract

Gig economy telah muncul sebagai fenomena global yang secara signifikan mengubah lanskap ketenagakerjaan. Sistem kerja berbasis proyek dan fleksibel ini menawarkan berbagai keuntungan, seperti kebebasan waktu, peluang kerja yang lebih luas, dan akses penghasilan tambahan. Namun, di balik fleksibilitas ini terdapat dampak ambivalen pada kualitas hidup pekerja dan keberlanjutan sosial. Ketidakpastian pendapatan, kurangnya perlindungan sosial, dan tekanan psikologis karena beban kerja yang tidak dapat diprediksi adalah salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh pekerja gig. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implikasi ekonomi pertunjukan terhadap kesejahteraan individu, stabilitas sosial, dan keberlanjutan jangka panjang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini menganalisis pengalaman pekerja gig di berbagai sektor dan meninjau kebijakan relevan yang mendukung ekosistem kerja yang inklusif dan berkelanjutan. Temuan menunjukkan bahwa meskipun ekonomi pertunjukan dapat memberikan peluang ekonomi baru, ketidakseimbangan antara fleksibilitas dan perlindungan pekerjaan dapat berdampak negatif pada kesejahteraan pekerja dan struktur sosial yang lebih luas. Oleh karena itu, diperlukan strategi komprehensif untuk menciptakan ekosistem kerja yang berkelanjutan, termasuk regulasi yang adaptif, perlindungan sosial yang memadai, dan peningkatan literasi digital dan keuangan bagi pekerja gig. Mencapai keseimbangan antara fleksibilitas dan perlindungan adalah elemen kunci dalam memastikan bahwa ekonomi pertunjukan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga mendukung kesejahteraan individu dan keberlanjutan sosial dalam jangka panjang.
Pengaruh Efektivitas Penggunaan Power BI terhadap Efisiensi Waktu Audit Denny Rachmad P.P; Agus Munandar
Kompak :Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi Vol. 19 No. 1 (2026): Kompak : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/kompak.v19i1.4020

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of using the Power BI dashboard in monitoring audit progress, as well as its impact on the efficiency of audit completion times. Given their busy schedules and the length of audit procedures, auditors require a tool capable of monitoring each stage of the audit quickly, in a structured manner, and in real time. To address this need, this study employs a qualitative descriptive approach combining a literature review, document analysis, and in-depth interviews with five informants from the internal audit division, with the validity of the findings reinforced through source triangulation. The entire analysis process is framed within the Technology Acceptance Model (TAM) to understand how Business Intelligence technology is accepted and utilised in day-to-day audit monitoring practices. The research findings indicate that the Power BI dashboard is considered easy to learn and operate, thereby fostering a perception of high ease of use and utility. These positive perceptions foster an accepting attitude, generate an intention to continue using the tool, and are reflected in regular, actual usage. The use of the dashboard has been shown to reduce the time taken to ascertain the progress of an audit from around thirty minutes to less than one minute, whilst also reducing the risk of data loss as all information is centralised on a single platform. This study concludes that such efficiency is not solely a function of technology, but rather the result of the interaction between technology, data quality and user discipline.