Gig economy telah muncul sebagai fenomena global yang secara signifikan mengubah lanskap ketenagakerjaan. Sistem kerja berbasis proyek dan fleksibel ini menawarkan berbagai keuntungan, seperti kebebasan waktu, peluang kerja yang lebih luas, dan akses penghasilan tambahan. Namun, di balik fleksibilitas ini terdapat dampak ambivalen pada kualitas hidup pekerja dan keberlanjutan sosial. Ketidakpastian pendapatan, kurangnya perlindungan sosial, dan tekanan psikologis karena beban kerja yang tidak dapat diprediksi adalah salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh pekerja gig. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implikasi ekonomi pertunjukan terhadap kesejahteraan individu, stabilitas sosial, dan keberlanjutan jangka panjang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini menganalisis pengalaman pekerja gig di berbagai sektor dan meninjau kebijakan relevan yang mendukung ekosistem kerja yang inklusif dan berkelanjutan. Temuan menunjukkan bahwa meskipun ekonomi pertunjukan dapat memberikan peluang ekonomi baru, ketidakseimbangan antara fleksibilitas dan perlindungan pekerjaan dapat berdampak negatif pada kesejahteraan pekerja dan struktur sosial yang lebih luas. Oleh karena itu, diperlukan strategi komprehensif untuk menciptakan ekosistem kerja yang berkelanjutan, termasuk regulasi yang adaptif, perlindungan sosial yang memadai, dan peningkatan literasi digital dan keuangan bagi pekerja gig. Mencapai keseimbangan antara fleksibilitas dan perlindungan adalah elemen kunci dalam memastikan bahwa ekonomi pertunjukan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga mendukung kesejahteraan individu dan keberlanjutan sosial dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026