Pemilihan Putri Pariwisata merupakan salah satu upaya pengembangan sumber daya manusia di bidang pariwisata yang bertujuan menghasilkan duta daerah yang memiliki kompetensi dalam mempromosikan potensi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif. Selain kemampuan komunikasi dan penampilan, kemampuan intelektual menjadi salah satu aspek yang mendukung kesiapan peserta dalam menjalankan peran tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan layanan asesmen inteligensi sebagai informasi pendukung bagi penyelenggara dalam proses seleksi calon Putri Pariwisata Tahun 2026. Metode yang digunakan berupa layanan asesmen psikologi menggunakan Culture Fair Intelligence Test (CFIT) terhadap 20 peserta yang telah lolos seleksi administrasi. Pelaksanaan kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, pelaksanaan tes, penskoran, interpretasi hasil, penyusunan laporan psikologis individual, serta penyampaian ringkasan hasil asesmen kepada panitia seleksi. Hasil asesmen menunjukkan rata-rata skor IQ peserta sebesar 105,35 dengan rentang skor 94–133. Sebanyak 65% peserta berada pada kategori Average, 20% pada kategori High Average, dan 15% pada kategori Superior. Seluruh peserta memperoleh profil kemampuan intelektual yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam proses seleksi. Luaran kegiatan berupa laporan psikologis memberikan informasi objektif mengenai kemampuan intelektual peserta yang melengkapi hasil penilaian administrasi, komunikasi, penampilan, dan wawasan kepariwisataan. Dengan demikian, layanan asesmen inteligensi memberikan nilai tambah bagi penyelenggara dalam mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih objektif, komprehensif, dan berbasis data psikologis.