Agustina Agustina
Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelaksanaan Layanan Wawancara Psikologis dalam Mendukung Proses Seleksi Calon Putri Pariwisata Tahun 2026 Agustina Agustina; Dastin Imanuel
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): JIPPM - Juni 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.1330

Abstract

Pemilihan Putri Pariwisata merupakan salah satu upaya pengembangan sumber daya manusia di bidang pariwisata yang bertujuan menghasilkan duta daerah yang mampu mempromosikan potensi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif. Dalam pelaksanaan seleksi, panitia telah menerapkan berbagai tahapan penilaian, namun belum memiliki data psikologis yang terstandar sebagai informasi pendukung untuk memperoleh gambaran karakteristik peserta secara lebih komprehensif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan layanan wawancara psikologis sebagai bentuk pendampingan asesmen bagi panitia penyelenggara dalam proses seleksi calon Putri Pariwisata Tahun 2026. Metode yang digunakan berupa wawancara psikologis semi terstruktur terhadap 15 peserta yang telah lolos seleksi administrasi menggunakan pedoman yang terdiri atas 18 pertanyaan untuk mengeksplorasi motivasi, dukungan sosial, konsep diri, resiliensi, pengalaman hidup, dan komitmen peserta. Hasil wawancara dianalisis secara tematik dan disusun menjadi laporan psikologis individual serta ringkasan karakteristik peserta yang disampaikan kepada panitia sebagai bahan pertimbangan dalam proses seleksi. Layanan ini memberikan informasi yang tidak diperoleh melalui tahapan seleksi konvensional, khususnya mengenai motivasi intrinsik, kesiapan personal, kemampuan refleksi diri, serta komitmen peserta dalam menjalankan peran sebagai duta pariwisata. Selain membantu panitia melakukan pengambilan keputusan secara lebih objektif dan komprehensif, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk merefleksikan potensi diri, mengenali kekuatan dan area pengembangan, serta memperoleh umpan balik psikologis yang mendukung pengembangan diri.
Pelaksanaan Layanan Asesmen Inteligensi dalam Mendukung Proses Seleksi Calon Putri Pariwisata 2026 Agustina Agustina; Dastin Imanuel
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3076

Abstract

Pemilihan Putri Pariwisata merupakan salah satu upaya pengembangan sumber daya manusia di bidang pariwisata yang bertujuan menghasilkan duta daerah yang memiliki kompetensi dalam mempromosikan potensi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif. Selain kemampuan komunikasi dan penampilan, kemampuan intelektual menjadi salah satu aspek yang mendukung kesiapan peserta dalam menjalankan peran tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan layanan asesmen inteligensi sebagai informasi pendukung bagi penyelenggara dalam proses seleksi calon Putri Pariwisata Tahun 2026. Metode yang digunakan berupa layanan asesmen psikologi menggunakan Culture Fair Intelligence Test (CFIT) terhadap 20 peserta yang telah lolos seleksi administrasi. Pelaksanaan kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, pelaksanaan tes, penskoran, interpretasi hasil, penyusunan laporan psikologis individual, serta penyampaian ringkasan hasil asesmen kepada panitia seleksi. Hasil asesmen menunjukkan rata-rata skor IQ peserta sebesar 105,35 dengan rentang skor 94–133. Sebanyak 65% peserta berada pada kategori Average, 20% pada kategori High Average, dan 15% pada kategori Superior. Seluruh peserta memperoleh profil kemampuan intelektual yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam proses seleksi. Luaran kegiatan berupa laporan psikologis memberikan informasi objektif mengenai kemampuan intelektual peserta yang melengkapi hasil penilaian administrasi, komunikasi, penampilan, dan wawasan kepariwisataan. Dengan demikian, layanan asesmen inteligensi memberikan nilai tambah bagi penyelenggara dalam mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih objektif, komprehensif, dan berbasis data psikologis.
Edukasi Body Safety untuk Meningkatkan Pemahaman Batasan Tubuh dan Keterampilan Perlindungan Diri pada Anak Sekolah Dasar di RPTRA Rambutan, Jakarta Barat Anna Maria Leony; Joseline Joseline; Jonathan Pratama Siladjaja; Agustina Agustina
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2963

Abstract

Anak usia Sekolah Dasar (SD) rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan karena keterbatasan pemahaman mengenai batasan tubuh dan perlindungan diri. Berdasarkan observasi awal di RPTRA Rambutan, Jakarta Barat, sebagian anak belum memahami bagian tubuh pribadi, situasi aman dan tidak aman, serta cara meminta bantuan saat menghadapi kondisi berisiko. Program body safety education ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan perlindungan diri pada delapan anak SD kelas 3-6 (usia 8-12 tahun). Kegiatan dilaksanakan melalui psikoedukasi interaktif yang memadukan media visual, diskusi, simulasi, dan permainan edukatif. Pemahaman peserta diukur menggunakan instrumen adaptasi The What If Situations Test (WIST-III-R) pada lima aspek: sentuhan aman dan tidak aman, aturan keselamatan umum, kewaspadaan terhadap modus pelaku, keterampilan menolak, dan keterampilan melapor. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor peserta dari 6,50 pada asesmen awal menjadi 18,88 pada asesmen akhir (skor maksimal = 20). Selain peningkatan pemahaman, peserta menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengenali sentuhan tidak aman, menyampaikan penolakan secara tegas, serta melaporkan pengalaman tidak nyaman kepada orang dewasa terpercaya. Seluruh peserta mencapai skor maksimal pada aspek keterampilan menolak dan melapor. Program ini efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar anak untuk melindungi diri ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan.