Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok rentan dalam menghadapi bencana gempa bumi karena keterbatasan kemampuan fisik, kognitif, dan pengambilan keputusan saat kondisi darurat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh simulasi mitigasi gempa bumi terhadap sikap kesiapsiagaan peserta didik kelas V pada sebuah sekolah dasar Islam di Jakarta Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 23 peserta didik yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Validitas instrumen diuji menggunakan korelasi Pearson Product Moment, sedangkan reliabilitas diuji menggunakan Cronbach’s Alpha. Nilai reliabilitas variabel simulasi mitigasi sebesar 0,713 dan sikap kesiapsiagaan sebesar 0,814, sehingga kedua instrumen dinyatakan reliabel. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan regresi linier sederhana menggunakan SPSS versi 27. Hasil uji normalitas menunjukkan residual berdistribusi normal, dengan nilai Kolmogorov–Smirnov sebesar 0,200 dan Shapiro–Wilk sebesar 0,551. Hasil regresi menunjukkan nilai F sebesar 43,889 dengan p < 0,001, koefisien regresi 1,083, dan R² sebesar 0,676. Temuan ini menunjukkan bahwa simulasi mitigasi gempa bumi berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap kesiapsiagaan peserta didik. Secara deskriptif, sebagian besar peserta didik memberikan respons positif terhadap pelaksanaan simulasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa simulasi mitigasi perlu dilaksanakan secara rutin untuk memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di sekolah dasar.