Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Wanita usia subur berisiko mengalami perubahan kadar kolesterol yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya tekanan darah. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah dan kadar kolesterol perlu dilakukan sebagai upaya deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko hiperkolesterolemia sewaktu berdasarkan tekanan darah pada wanita usia subur.Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 wanita usia subur yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer, sedangkan kadar kolesterol diperiksa menggunakan alat Easy Touch GCU. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, serta Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tekanan darah dengan kejadian hiperkolesterolemia (p = 0,012). Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa wanita dengan tekanan darah tinggi memiliki risiko 2,3 kali lebih besar mengalami hiperkolesterolemia dibandingkan dengan wanita yang memiliki tekanan darah normal (OR = 2,3; 95% CI: 1,3–4,1). Sebagian besar responden memiliki tekanan darah normal (60%) dan kadar kolesterol normal (88%). Meskipun demikian, masih ditemukan responden dengan hipertensi dan hiperkolesterolemia yang perlu mendapat perhatian sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.