Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Lengkap dengan Kepatuhan Imunisasi Balita Nasinatul Maulidia; Ica Maulina Rifkiyatul Islami
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i4.376

Abstract

Complete basic immunization is a primary preventive measure to reduce morbidity and mortality among children under five; however, immunization compliance remains uneven. Maternal knowledge is often considered an important factor in shaping immunization behavior, although its influence may vary across contexts. This study aimed to analyze the relationship between maternal knowledge of complete basic immunization and immunization compliance among children aged 0–24 months. A quantitative analytic design was employed, with primary data collected through structured instruments measuring maternal knowledge levels and children’s immunization status. Data were analyzed using appropriate inferential statistical tests to assess the association between variables. The results indicated a significant relationship between maternal knowledge level and immunization compliance, whereby mothers with higher knowledge levels tended to have children with more complete immunization status. Nevertheless, immunization compliance was not solely determined by maternal knowledge, as it was also influenced by variations in child age, immunization schedules, access to health services, and family support. This study highlights that maternal knowledge functions as an important enabling factor, but requires supportive service contexts and social environments to enhance the sustainability and effectiveness of immunization programs.
Integrating Situational Leadership and Traditional Values: Enhancing Student Discipline in Islamic Boarding Schools Through Holistic Training Programs Mujibus Sailin; Masbahuddin; Moh. Rifa’i; Moh Tohet; Fathor Rozi; Ica Maulina Rifkiyatul Islami; Novela Eka Candra Dewi
Communautaire: Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/communautaire.v3i1.466

Abstract

This study focuses on examining the effectiveness of integrating situational leadership with traditional values to enhance student discipline in Islamic boarding schools. The primary objective is to explore how a holistic leadership training program, tailored to the unique cultural context of pesantren, can improve student adherence to school regulations and foster self-discipline. A qualitative case study method was employed, involving in-depth interviews, participatory observations, and document analysis. Data were collected from school administrators, teachers, and students at Nurul Jadid Middle School in Probolinggo, East Java. The findings indicate that the integration of situational leadership principles with the values of pesantren significantly improves student discipline, resulting in a more orderly and conducive learning environment. The study's implications suggest that this model can be adopted by similar institutions to enhance student behavior and academic outcomes. The research contributes to the growing body of literature on educational leadership and discipline, particularly within the context of Islamic education.  
Menstruasi Tanpa Mitos: E-Book Saku untuk Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Ica Maulina Rifkiyatul Islami; Novita Ayu Saputri; Kamaliatul Akmala; Nuva Nurul Hasanah; Nadia Zumzumi Chizbulloh; Miftahul Jannah; Lailis Salimah; Karissa Nuha Ananta
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8cd4kx13

Abstract

Remaja putri sering menghadapi tantangan terkait pemahaman, kesiapan mental, dan keterampilan dalam menghadapi menstruasi pertama (menarche), yang sering kali disertai dengan kecemasan, rasa takut, dan penolakan terhadap perubahan tubuh mereka. Masalah ini diperburuk oleh minimnya edukasi kesehatan reproduksi yang tepat dan masih adanya stigma sosial terkait pembahasan menstruasi. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan edukasi kesehatan reproduksi yang berbasis pendekatan partisipatif kepada remaja putri di SMP Negeri 1 Paiton. Metode yang digunakan adalah pelatihan interaktif, diskusi kelompok terarah, serta penyuluhan psikososial yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua. Solusi yang diusulkan adalah pembuatan e-Buku Saku edukatif yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan siswa, serta peningkatan kapasitas guru untuk mendampingi siswa dalam memahami menstruasi secara holistik. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi kesehatan reproduksi, memperkuat kepercayaan diri remaja putri, dan menciptakan lingkungan yang lebih suportif terhadap isu menstruasi. Kesimpulannya, edukasi yang sistematis dan kolaboratif antara sekolah dan keluarga sangat penting untuk mempersiapkan remaja putri dalam menghadapi menarche dengan positif. Diharapkan hasil pengabdian ini dapat dilanjutkan sebagai program berkelanjutan di sekolah.
Strategi Edukasi untuk Mengelola Dismenore: Studi Pada Remaja Putri di Lingkungan Sekolah Ica Maulina Rifkiyatul Islami; Zakiyatul Ahadiyah; Eke Nor Jannah; Cahya Hidayah Ramadhani; Fitria Wulandari; Nurlaela Tulhasanah
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i3.41

Abstract

Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka, terutama dalam hal aktivitas sehari-hari serta prestasi akademik. Kondisi ini membutuhkan pemahaman yang baik agar penanganannya dapat dilakukan secara tepat dan aman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri di SMP Nurul Jadid terkait dismenore, dengan memberikan edukasi mengenai penyebab, gejala, serta teknik penanganan yang efektif dan aman. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta demonstrasi teknik-teknik penanganan dismenore, seperti penggunaan kompres hangat dan teknik relaksasi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta terkait berbagai aspek dismenore, termasuk cara pencegahan dan pengelolaan yang tepat. Dengan demikian, kegiatan edukasi ini berhasil memberikan manfaat yang nyata bagi peserta, yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk menangani dismenore secara mandiri dan lebih percaya diri.
From radiology report to patient narrative: comparing expert- and AI-generated simplifications of Indonesian medical information Ica Maulina Rifkiyatul Islami
Indonesian Journal of Medical Linguistics Vol. 1 No. 2 (2026): Artificial intelligence, multilingual care, and communicative safety in Indones
Publisher : CV Narasi Khatulistiwa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67490/ijml.v1i2.946

Abstract

Background: Radiology reports increasingly enter patient-facing digital health environments, yet their technical vocabulary, compressed syntax, and implicit diagnostic reasoning often exceed lay comprehension, particularly in multilingual Indonesian healthcare contexts. Objective: This study aims to compare how expert- and AI-generated simplifications transform Indonesian radiology-related information into patient narratives across readability, semantic fidelity, and narrative-pragmatic alignment. Method: A comparative qualitative-dominant corpus design was applied to 68 coded meaning units derived from 17 publicly verifiable radiology-related documents, with paired expert and AI simplifications analysed through health-literacy, clinical-risk, and patient-centred discourse matrices. Results: Findings show that AI-generated simplifications more frequently improved lexical accessibility, direct patient address, explanatory sequencing, orientation sentences, and actionable guidance. Expert-generated simplifications more consistently preserved uncertainty, diagnostic caution, warning, proportional reassurance, and source-bound clinical meaning. Implication: Results further indicate that readability gains and patient-centred voice do not automatically guarantee semantic accountability, because fluent AI explanations may introduce unsupported additions, softened risk, or overconfident reformulation. Novelty: This study contributes a triadic framework for evaluating medical simplification as readability transformation, semantic fidelity, and narrative-pragmatic alignment rather than as plain-language rewriting alone.
Analisis Resiko Hiperkolesterolemia Sewaktu Berdasarkan Tekanan Darah  Pada Wanita  Subur Nurul Siti Asiyah; Ica Maulina Rifkiyatul Islami
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 6 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sciencejurnalkesehatanmasyarakatdanteknologiterapan.v2i6.414

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Wanita usia subur berisiko mengalami perubahan kadar kolesterol yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya tekanan darah. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah dan kadar kolesterol perlu dilakukan sebagai upaya deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko hiperkolesterolemia sewaktu berdasarkan tekanan darah pada wanita usia subur.Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 wanita usia subur yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer, sedangkan kadar kolesterol diperiksa menggunakan alat Easy Touch GCU. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, serta Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tekanan darah dengan kejadian hiperkolesterolemia (p = 0,012). Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa wanita dengan tekanan darah tinggi memiliki risiko 2,3 kali lebih besar mengalami hiperkolesterolemia dibandingkan dengan wanita yang memiliki tekanan darah normal (OR = 2,3; 95% CI: 1,3–4,1). Sebagian besar responden memiliki tekanan darah normal (60%) dan kadar kolesterol normal (88%). Meskipun demikian, masih ditemukan responden dengan hipertensi dan hiperkolesterolemia yang perlu mendapat perhatian sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.  
Analisis Normatif Terhadap Ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan: Rekonstruksi Kewenangan Organisasi Profesi Dan Kollegium Kedokteran: Normative Analysis of the Provisions of Law Number 17 of 2023 Concerning Health: Reconstruction of the Authority of Professional Organizations and Medical Colleges Maria Merry; Yudhi Hertanto; Ica Maulina Rifkiyatul Islami; Deny
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.7455

Abstract

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan merupakan regulasi komprehensif yang menggantikan sejumlah undang-undang sebelumnya di sektor kesehatan dan membawa perubahan mendasar terhadap sistem tata kelola profesi kedokteran di Indonesia. Salah satu aspek yang paling menonjol dalam undang-undang ini adalah restrukturisasi kewenangan organisasi profesi serta pergeseran fungsi kollegium kedokteran sebagai lembaga yang selama ini memegang otoritas dalam penyusunan standar kompetensi, sertifikasi, dan penjaminan mutu praktik kedokteran. Melalui pendekatan penelitian hukum normatif, studi ini mengurai bagaimana reposisi kewenangan tersebut diatur dalam UU 17/2023, sekaligus menilai konsekuensinya terhadap praktik profesional dan sistem pembinaan tenaga medis. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan regulasi ini mengarah pada meningkatnya dominasi negara dalam proses registrasi, sertifikasi, dan pembinaan profesi melalui Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI) sebagai lembaga yang diberi mandat sentral. Pergeseran ini berimplikasi pada berkurangnya otonomi organisasi profesi dalam menjalankan fungsi pengawasan etik dan peningkatan kompetensi berkelanjutan. Di sisi lain, pemerintah beralasan bahwa integrasi kewenangan dimaksudkan untuk menciptakan mekanisme yang lebih transparan, akuntabel, dan seragam secara nasional. Selain itu, rekonstruksi peran kollegium kedokteran menimbulkan perdebatan mengenai ruang kebebasan ilmiah dan konsistensi mutu pendidikan profesi. Dengan adanya perubahan struktur regulatif ini, dibutuhkan perumusan ulang mekanisme koordinasi antara negara, organisasi profesi, dan kollegium agar kualitas layanan kesehatan tetap terjaga dan tidak mengurangi independensi profesi dalam mempertahankan standar etik serta ilmu pengetahuan kedokteran.