This Author published in this journals
All Journal Ebers Papyrus
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DISTRIBUSI PEMBESARAN KELENJAR GETAH BENING SERVIKAL BERDASARKAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI Clara Gabrielle Cia; Sony Sugiharto
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.38054

Abstract

Pembesaran kelenjar getah bening paling sering terjadi pada daerah leher. Penyebab pembesaran ini sangat beragam, meliputi infeksi oleh berbagai mikroorganisme, proses inflamasi, metastasis, maupun keganasan primer seperti limfoma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi serta etiologi pada pembesaran kelenjar getah bening berdasarkan gambaran histopatologi. Penelitian ini merupakan studi deskriptif cross-sectional yang menganalisis data karakteristik dan hasil histopatologi dari 201 pasien di Rumah Sakit Sumber Waras tahun 2021-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien terbanyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 130 pasien (64,7%), dengan kelompok usia tertinggi adalah 21-30 tahun sebanyak 69 pasien (34,3%). Gambaran histopatologi non neoplastik yang paling sering ditemukan adalah limfadenitis tuberkulosis sebanyak 100 pasien (49,8%), diikuti limfadenitis kronik non spesifik sebanyak 44 pasien (21,9%), lalu limfadenitis granulomatosa sebanyak 29 pasien (14,4%). Pada gambaran histopatologi lesi neoplastik ditemukan metastasis sebanyak 7 pasien (3,5%), limfoma non Hodgkin sebanyak 4 pasien (2,0%), limfoma Hodgkin sebanyak 2 pasien (1,0%). Gambaran histopatologi limfadenitis Kikuchi berdasarkan jenis kelamin terdapat pada perempuan sebanyak 6 pasien (100%), dan gambaran histopatologi limfadenitis toxoplasma serta limfoma Hodgkin masing-masing terdapat pada laki-laki sebanyak 2 sampel (100%). Gambaran histopatologi berdasarkan kelompok usia pada limfadenitis Kikuchi seluruhnya berada pada kelompok usia 11-30 tahun sebanyak 6 pasien, sedangkan pada limfadenitis toxoplasma seluruh sampel yaitu sebanyak 2 sampel berada pada kelompok usia 21-30 tahun.